DKPP Banjar Bersama Akademisi ULM Uji Aquanotes, Teknologi Pemantau Kualitas Air untuk Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Upaya meningkatkan produktivitas budidaya ikan air tawar terus didorong melalui pemanfaatan teknologi. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar bersama akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Hasanuddin University mengimplementasikan alat pemantau kualitas air berbasis multisensor Aquanotes di kolam budidaya Kelompok Tabulihin, Desa Karang Intan, Kecamatan Karang Intan.

Implementasi tersebut menjadi bagian dari uji coba teknologi yang diharapkan mampu membantu pembudidaya mengelola kualitas air secara lebih akurat dan berkelanjutan. Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, bersama Prof. M. Iqbal Djawad, Ph.D. dari Hasanuddin University, serta tim akademisi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Prof. M. Iqbal Djawad menjelaskan, Aquanotes merupakan perangkat multisensor yang mampu memantau hingga delapan parameter kualitas air secara real time selama 24 jam. Berbeda dengan metode konvensional yang umumnya hanya melakukan pengecekan satu atau dua kali sehari, alat ini merekam perubahan kondisi air setiap menit sehingga menghasilkan data yang jauh lebih lengkap.

“Melalui pemantauan yang berlangsung setiap menit, kita bisa mengetahui kapan kondisi air berada pada titik optimal sehingga ikan dapat tumbuh lebih sehat dan tingkat kelangsungan hidupnya meningkat,” jelas Prof. Iqbal.

Baca Juga :  Pemuda 21 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Danau Tamiyang

Ia mengatakan, data yang terkumpul secara berkelanjutan hingga sekitar lima bulan akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika kualitas air di kolam budidaya. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan pola pengelolaan kolam yang lebih tepat.

Aquanotes mampu mengukur berbagai parameter penting, seperti tingkat keasaman (pH), suhu air, kadar oksigen terlarut (DO), Total Dissolved Solid (TDS), kadar amonia, serta sejumlah indikator kualitas air lainnya. Untuk budidaya air tawar, pengukuran salinitas tidak menjadi fokus utama karena kadar garam relatif rendah.

Pengembangan Aquanotes merupakan hasil peneliti dari Hasanuddin University.

Menurut Prof. Iqbal, Kabupaten Banjar dipilih sebagai salah satu lokasi implementasi karena memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya ikan air tawar sehingga dinilai tepat sebagai lokasi pengujian teknologi tersebut.

Selain melakukan pemantauan secara langsung, seluruh hasil pengukuran dapat diakses melalui aplikasi Aquanotes di telepon pintar. Dengan demikian, pembudidaya dapat memonitor kondisi kolam kapan pun dan dari mana pun tanpa harus selalu berada di lokasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, menyambut baik implementasi Aquanotes sebagai langkah nyata penerapan teknologi dalam mendukung pengembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banjar.

Baca Juga :  Kelompok 4 Mahasiswa Program KKNT-LH ULM Kenalkan Eco Cycle, Dorong Warga Desa Sumber Baru Kelola Sampah Organik dengan Biopori

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara Hasanuddin University dan Universitas Lambung Mangkurat yang telah menghadirkan teknologi Aquanotes di Kabupaten Banjar. Inovasi ini menjadi solusi yang sangat dibutuhkan pembudidaya karena mampu memantau parameter kualitas air secara real time sehingga potensi gangguan terhadap pertumbuhan ikan dapat diantisipasi lebih cepat,” ujarnya.

Bandi berharap ke depan DKPP Kabupaten Banjar dapat memiliki perangkat Aquanotes untuk mendukung pembinaan dan pendampingan kepada kelompok pembudidaya ikan di berbagai wilayah.

“Harapan kami, DKPP Kabupaten Banjar nantinya dapat memiliki alat ini sebagai sarana pemantauan parameter kualitas air dari jarak jauh. Dengan begitu, kami tidak hanya mengandalkan pengecekan manual di lapangan, tetapi juga dapat memonitor kondisi kolam budidaya secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data. Tentunya hal ini akan sangat membantu meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus meminimalkan risiko kerugian yang dialami para pembudidaya ikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Semarak HUT RI dan Hari Jadi Banjar, Wartawan Banjar-Banjarbaru Ramaikan Lomba Catur dan Domino FJB
Semarak 17 Agustus, Dandim 1006/Banjar Cup Pererat Silaturahmi TNI dan Wartawan Lewat Lomba Domino
Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara
Peringati HUT RI dan Harjad Banjar, Tujuh Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis
Habib Muhsin Al Hamid Hadir, Sungai Paring Bersholawat Peringati Maulid Nabi 1448 H
Satu Terduga Pelaku Diamankan, Satpol PP Banjar Dalami Perusakan “I Love Kab Banjar”
Diduga Mabuk, Sekelompok Orang Rusak Tulisan “I Love Kab Banjar” di Martapura
Tulisan “I Love Kabupaten Banjar” Rusak, Jadi Perhatian di Kawasan Guest House Sultan Sulaiman

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:58 WITA

Semarak HUT RI dan Hari Jadi Banjar, Wartawan Banjar-Banjarbaru Ramaikan Lomba Catur dan Domino FJB

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:54 WITA

Semarak 17 Agustus, Dandim 1006/Banjar Cup Pererat Silaturahmi TNI dan Wartawan Lewat Lomba Domino

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Peringati HUT RI dan Harjad Banjar, Tujuh Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:11 WITA

Habib Muhsin Al Hamid Hadir, Sungai Paring Bersholawat Peringati Maulid Nabi 1448 H

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:04 WITA

Satu Terduga Pelaku Diamankan, Satpol PP Banjar Dalami Perusakan “I Love Kab Banjar”

Berita Terbaru