pro1.id, MARTAPURA – Pemerintah Desa Keliling Benteng Tengah, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, menggelar Musyawarah Desa Rembuk Stunting sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa, Selasa (30/6/2026).



Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WITA di depan Gedung Serbaguna Desa Keliling Benteng Tengah tersebut diikuti sekitar 40 peserta. Musyawarah menjadi ruang bersama untuk membahas langkah strategis dalam menekan risiko stunting sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap tumbuh kembang anak.

Pelaksanaan Rembuk Stunting tersebut mengacu pada Peraturan Bupati Banjar Nomor 48 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Penurunan Stunting. Kebijakan tersebut menjadi salah satu landasan bagi desa yang masuk dalam lokus stunting untuk melaksanakan rembuk sebagai bagian dari strategi percepatan pencegahan dan penanganan stunting di daerah.



Pembakal Desa Keliling Benteng Tengah, Jaijuli, mengatakan penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, rembuk stunting menjadi kesempatan untuk menyatukan langkah dalam menentukan upaya pencegahan yang dapat dilakukan sesuai kondisi di desa.
“Rembuk stunting ini penting untuk menyatukan komitmen kita bersama. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, mulai dari perhatian terhadap kesehatan ibu, pemenuhan gizi anak, hingga menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Jaijuli.


Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Edukasi kepada keluarga juga dinilai penting agar masyarakat memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan stunting serta langkah pencegahannya.
“Harapan kami, hasil musyawarah ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Apa yang sudah dibahas dapat ditindaklanjuti melalui program yang nyata dan melibatkan masyarakat, sehingga upaya menurunkan angka stunting di Desa Keliling Benteng Tengah dapat dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Keliling Benteng Tengah berharap terbangun kesadaran bersama bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab lintas sektor. Sinergi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, keluarga dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, tumbuh optimal dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.










