Pemkab Banjar Luncurkan GeoLasting, Perkuat Komitmen Atasi Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 19:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU –  Pemerintah Kabupaten Banjar mengambil langkah strategis dalam percepatan penanganan stunting dengan meluncurkan inovasi berbasis geospasial bernama GeoLasting, serta melakukan penandatanganan komitmen bersama yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan. Kegiatan ini berlangsung di Grend Qin Hotel, Banjarbaru, pada Selasa (7/10/2025).

Acara dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari pejabat daerah, instansi vertikal, para camat, hingga perwakilan dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Banjar. Kegiatan ini menjadi tonggak awal dari pendekatan kolaboratif dalam menangani permasalahan stunting secara lebih terarah.

Wakil Bupati Banjar, Habib Said Idrus Al-Habsy, dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mencapai target penurunan stunting. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan menyampaikan harapannya terhadap dampak nyata dari komitmen bersama tersebut.

“Alhamdulillah semua pihak hadir. Harapannya, dengan komitmen ini kita bisa mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Banjar,” ucapnya.

Baca Juga :  Disnakertrans Banjar Latih 32 Warga Empat Kecamatan, Buka Peluang Usaha di Bidang Tata Rias

Meski sempat turun ke angka 26 persen, Idrus mengungkapkan bahwa saat ini angka stunting di wilayahnya kembali naik menjadi 32,2 persen, yang dinilai cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu, ia meminta perhatian serius, terutama dari pihak kecamatan dan puskesmas sebagai garda terdepan dalam upaya pengukuran dan intervensi langsung di lapangan.

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nasrullah Sadiq, menjelaskan bahwa peluncuran GeoLasting (Geospasial Kolaborasi Penanganan Stunting) menjadi bagian dari inovasi daerah untuk memperkuat basis data dan arah intervensi.

“GeoLasting memungkinkan kita memetakan wilayah prioritas berdasarkan data spasial, sehingga penanganan stunting bisa lebih fokus dan tepat sasaran,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa kecamatan-kecamatan seperti Sungai Tabuk, Astambul, dan Aluh-Aluh masih mencatat angka stunting yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan aksi bersama dari berbagai instansi, termasuk lembaga pusat seperti BKKBN dan dinas terkait di tingkat provinsi.

Baca Juga :  Sambut 5 Rajab, YPR Kobra Kalsel Buka Posko Unik: Cek Kesehatan, Pijat Gratis hingga Servis Kendaraan Gratis

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Pemkab Banjar akan mengintegrasikan rencana aksi lintas sektor sesuai tugas pokok masing-masing SKPD. Selain itu, proses monitoring dan evaluasi (Monev) dijadwalkan akan dilakukan pada tahun 2026 untuk menilai efektivitas intervensi yang telah dijalankan.

Nasrullah juga mengungkapkan bahwa tingginya angka stunting di Banjar tidak sepenuhnya berkaitan dengan kondisi ekonomi. Meskipun tingkat kemiskinan relatif rendah dan pertumbuhan ekonomi daerah cukup stabil, faktor pola asuh menjadi penyebab utama.

“Banyak kasus stunting muncul setelah masa ASI eksklusif berakhir. Anak sudah mulai makan, tapi belum mendapatkan asupan gizi yang seimbang karena kurangnya pengawasan dan edukasi,” jelasnya.

Berita Terkait

Hari Kedua Pelatihan, Relawan Gambut Praktik Simulasi Langsung Pemadaman Karhutla
El Nino “Gozilla” Siklus Tahunan Diwaspadai, BPBD Banjar Perkuat Antisipasi Karhutla
Masuk Musim Kemarau, BPBD Banjar Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Gambut
Kejari Banjar Raih Peringkat Kedua Video RJ, Dorong Penegakan Hukum Lebih Humanis
Pertama di Kalsel, Disbudporapar Banjar Gelar Pelatihan Fisik Level 1 untuk Pelatih Olahraga
Sosialisasi Pengadaan Barang/Jasa 2026 Digelar, Pemkab Banjar Tekankan Adaptasi Aturan Baru
Pencurian Disertai Kekerasan di Simpang Empat Berujung Maut, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Pemkab Banjar Mantapkan Dukungan PSEL, Siap Pasok 100 Ton Sampah per Hari
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 11:21 WITA

Hari Kedua Pelatihan, Relawan Gambut Praktik Simulasi Langsung Pemadaman Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 12:34 WITA

El Nino “Gozilla” Siklus Tahunan Diwaspadai, BPBD Banjar Perkuat Antisipasi Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 12:02 WITA

Masuk Musim Kemarau, BPBD Banjar Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Gambut

Jumat, 24 April 2026 - 14:06 WITA

Kejari Banjar Raih Peringkat Kedua Video RJ, Dorong Penegakan Hukum Lebih Humanis

Jumat, 24 April 2026 - 09:34 WITA

Pertama di Kalsel, Disbudporapar Banjar Gelar Pelatihan Fisik Level 1 untuk Pelatih Olahraga

Berita Terbaru

Foto : Diskominfo Kotabaru

Kabupaten Kotabaru

RSUD PJS Kotabaru Gelar Forum Publik, Serap Masukan untuk Perbaikan Layanan

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:06 WITA