HUT ke-76, Kabupaten Banjar Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Kalsel

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MARTAPURA – Memasuki usia ke-76 tahun, Kabupaten Banjar terus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Selatan. Produksi padi yang meningkat, modernisasi pertanian hingga berbagai inovasi distribusi pangan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah menjaga ketersediaan pangan sekaligus mempertahankan julukan “Kindai Limpuar.”

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Nurul Chatimah, mengatakan sektor tanaman pangan, khususnya padi, menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, produksi padi Kabupaten Banjar tercatat mencapai 236.947 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau naik sekitar 2.517 ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Banjar sebagai produsen padi terbesar kedua di Kalimantan Selatan setelah Kabupaten Barito Kuala. Potensi pertanian juga tersebar di seluruh 20 kecamatan, baik melalui lahan sawah maupun lahan kering yang menghasilkan padi gogo.

“Capaian ini menempatkan Kabupaten Banjar sebagai produsen padi terbesar kedua di Kalimantan Selatan setelah Barito Kuala. Dari 20 kecamatan yang ada, semuanya memiliki potensi padi yang mumpuni, baik di lahan sawah maupun lahan kering atau padi gogo,” jelas Nurul, Rabu (12/8/2026).

Dari sisi ketersediaan pangan, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, Muhammad Hamdani, menyebut rasio ketersediaan beras pada 2026 mencapai 1:1,9. Artinya, produksi yang tersedia tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat dalam satu tahun, tetapi masih menyisakan cadangan sekitar 10 bulan.

“Artinya, hasil panen kita mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu tahun penuh, ditambah cadangan untuk sekitar 10 bulan ke depan. Ini belum termasuk potensi hasil panen yang berjalan pada tahun 2026,” ungkap Hamdani.

Baca Juga :  Rencana Efisiensi Anggaran 2026 Dibahas Pemkab Banjar, Fokus pada Optimalisasi PAD

Upaya menjaga ketahanan pangan juga terlihat dari berkurangnya jumlah desa yang masuk kategori rawan pangan. Pada 2024 tercatat 19 desa, kemudian turun menjadi 16 desa pada 2025. Penurunan tersebut didukung kolaborasi lintas SKPD, mulai dari peningkatan akses jalan, penyediaan air bersih hingga pemberian stimulus ekonomi bagi masyarakat.

Di sektor produksi, pemerintah daerah juga mulai mendorong transformasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Program YESS dan Batumbang Tani Manis diarahkan untuk mendorong lahirnya generasi petani muda, sementara Optimasi Lahan (OPLA), Cetak Sawah Rakyat dan pembentukan Brigade Pangan diperkuat dengan dukungan alat dan mesin pertanian.

Modernisasi tidak berhenti pada penggunaan traktor, combine harvester maupun rice transplanter. Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mulai memanfaatkan drone pertanian untuk membantu penaburan benih, penyemprotan gulma dan pemupukan.

“Saat ini drone baru digunakan di lokasi CSR seperti Sungai Tabuk dan Martapura Barat. Tahun depan kami merencanakan pelatihan sertifikasi pilot drone agar penggunaannya makin optimal,” kata Nurul.

Baca Juga :  Selama Ramadan, RSUD Ratu Zalecha Sesuaikan Jam Pelayanan Rawat Jalan, IGD Tetap 24 Jam

Sementara untuk menjaga kestabilan harga dan distribusi bahan pangan, DKPP Kabupaten Banjar mengembangkan sejumlah inovasi. Di antaranya Kaka Mapan (Kampung Kami Mandiri Pangan) untuk mendorong kemandirian pangan desa, I-Padaringan sebagai platform pemantauan harga bahan pokok secara real-time, serta Beling (Beras Keliling) yang mendistribusikan beras murah bersubsidi langsung ke permukiman warga.

Berbagai upaya tersebut turut mengantarkan Kabupaten Banjar meraih Terbaik II se-Kalimantan Selatan dalam evaluasi Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Ketersediaan Pangan Tahun 2025.

Tantangan perubahan cuaca juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Saat kemarau berdampak terhadap sekitar 584 hektare lahan, langkah mitigasi dilakukan melalui bantuan pompanisasi serta edukasi kepada petani untuk menggunakan varietas padi berumur pendek. Pemerintah juga mengusulkan bantuan benih untuk lahan seluas 6.800 hektare melalui program OPLA dan 625 hektare melalui program PMAAS.

Dengan peningkatan produksi, pemanfaatan teknologi, penguatan petani muda, hingga inovasi distribusi pangan, Kabupaten Banjar berupaya menjaga predikat sebagai “Kindai Limpuar” sekaligus membangun sistem ketahanan pangan yang lebih adaptif menghadapi tantangan di masa mendatang.

Berita Terkait

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara
Peringati HUT RI dan Harjad Banjar, Tujuh Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis
Habib Muhsin Al Hamid Hadir, Sungai Paring Bersholawat Peringati Maulid Nabi 1448 H
Satu Terduga Pelaku Diamankan, Satpol PP Banjar Dalami Perusakan “I Love Kab Banjar”
Diduga Mabuk, Sekelompok Orang Rusak Tulisan “I Love Kab Banjar” di Martapura
Tulisan “I Love Kabupaten Banjar” Rusak, Jadi Perhatian di Kawasan Guest House Sultan Sulaiman
Jalan Santai dan Senam Meriahkan HUT RI ke-81 serta Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar di Keliling Benteng Ulu
33 Tim Ramaikan Festival Mini Soccer Antar-SKPD dan BUMD Kabupaten Banjar

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:19 WITA

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Peringati HUT RI dan Harjad Banjar, Tujuh Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:11 WITA

Habib Muhsin Al Hamid Hadir, Sungai Paring Bersholawat Peringati Maulid Nabi 1448 H

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:04 WITA

Satu Terduga Pelaku Diamankan, Satpol PP Banjar Dalami Perusakan “I Love Kab Banjar”

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:58 WITA

Diduga Mabuk, Sekelompok Orang Rusak Tulisan “I Love Kab Banjar” di Martapura

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agu 2026 - 18:19 WITA

Kota Banjarbaru

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:52 WITA