pro1.id, BANJARBARU – Antusiasme masyarakat terlihat dalam kegiatan demo baking yang digelar di Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang merupakan kolaborasi PT Jaya Fermex dan Kelurahan Guntung Paikat tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan perempuan melalui keterampilan mengolah makanan.
Demo baking diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari masyarakat Kelurahan Guntung Paikat. Jumlah peserta tersebut disesuaikan dengan kapasitas yang ditawarkan oleh pihak PT Jaya Fermex dalam kegiatan pelatihan tersebut.
Wakil Ketua PKK Kelurahan Guntung Paikat sekaligus Koordinator Acara, Widi, mengatakan kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta. Menurutnya, demo baking tersebut sejalan dengan kegiatan PKK dalam mendorong pemberdayaan perempuan di lingkungan masyarakat.
“Antusias peserta sangat baik dan mereka menyambut kegiatan ini. Acara ini juga menjadi bagian dari kegiatan PKK kami, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, dan diikuti oleh masyarakat luas di Kelurahan Guntung Paikat,” ujar Widi.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut terlaksana setelah PT Jaya Fermex menawarkan kerja sama untuk mengadakan demo baking di Kelurahan Guntung Paikat. Tawaran tersebut kemudian disambut baik karena dinilai dapat memberikan pengalaman sekaligus keterampilan baru bagi para peserta.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan praktik membuat sejumlah olahan, yakni bomboloni, bakpao, dan bolu kukus susu. Demo baking dipandu Chef Eko yang didatangkan dari Jakarta untuk memberikan pengetahuan dan teknik pengolahan kepada para peserta.
Widi berharap ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman memasak semata. Ia berharap keterampilan yang didapat bisa diterapkan untuk kebutuhan keluarga maupun dikembangkan menjadi peluang usaha skala rumahan.
“Penekanannya tentu semoga ilmu ini bermanfaat untuk ibu-ibu, baik untuk dirinya pribadi, terlebih untuk keluarga dan masyarakat. Siapa tahu dari keterampilan ini bisa membuka usaha kecil-kecilan di rumah,” katanya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya keterampilan baru, perempuan di lingkungan kelurahan diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk berkarya sekaligus meningkatkan potensi ekonomi keluarga.










