Tanah Bumbu Jadi Pelopor: H. Sudian Noor Gelar Pelatihan Komunikasi untuk Driver Ojek Online

- Penulis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 21:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BATULICIN – Sebuah inisiatif unik dan inspiratif lahir dari Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Sudian Noor, memprakarsai pelatihan komunikasi bertajuk “Bintang 5 dengan Layanan Prima” yang ditujukan bagi para pengemudi ojek online. Kegiatan ini disebut sebagai langkah pertama yang belum pernah dilakukan di wilayah lain, bahkan secara global (8/10/2025).

Acara pelatihan ini berlangsung di jo’bs bistro Cafe dan bekerja sama dengan Dirjen Pendis Kementrian Agama. Puluhan driver ojek online dari berbagai kecamatan turut ambil bagian. Fokus utama pelatihan ini adalah penguatan keterampilan berbicara, peningkatan etika dalam pelayanan, serta pengembangan rasa percaya diri dan profesionalisme.

Dalam pidatonya, H. Sudian Noor menekankan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam profesi berbasis layanan. Ia menganggap bahwa pengemudi ojek online bukan sekadar penyedia transportasi, tetapi juga duta keramahan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Film Kuyank 2026 dan Representasi Tekanan Sosial terhadap Perempuan

“Kualitas layanan tercermin dari bagaimana kita berbicara dan bersikap terhadap pelanggan. Pelatihan ini akan menjadi pondasi membangun kepercayaan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya karena program semacam ini baru pertama kali dilakukan di Tanah Bumbu.

“Saya belum pernah dengar kegiatan serupa di daerah lain, bahkan mungkin di dunia. Ini lahir dari Tanah Bumbu,” tuturnya.

Pelatihan ini menghadirkan Rizki Pirmansyah, seorang coach pengembangan diri, yang memberikan materi seputar komunikasi efektif, pengendalian emosi saat bekerja, serta cara membentuk citra positif dalam interaksi dengan konsumen. Antusiasme peserta terlihat tinggi, apalagi materi disampaikan dengan cara interaktif dan mudah dipahami.

Konsep “layanan bintang lima” sengaja diusung untuk memberikan standar baru bagi profesi ojek online.

Baca Juga :  Dukung Transformasi Digital, Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Gelar Bimtek E-Payment untuk Pelaku UMKM

“Kalau hotel bisa punya label bintang lima, kenapa pengemudi ojek online tidak bisa? Dimulai dari cara berbicara yang sopan dan bersahabat,” kata H. Sudian Noor.

Salah satu peserta, Ridwan dari Kecamatan Simpang Empat, mengaku kegiatan ini membuka wawasannya.

“Biasanya kami hanya fokus antar-jemput, tapi sekarang saya sadar bahwa cara kita berbicara sangat berpengaruh bagi kenyamanan pelanggan,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak akan berhenti di sini. H. Sudian Noor menyatakan akan terus mendorong program peningkatan kapasitas, tidak hanya bagi ojek online, tetapi juga untuk pelaku usaha kecil dan pekerja sektor informal lainnya.

“Negara harus hadir dan memberdayakan rakyat. Kita mulai dari langkah sederhana, tapi efeknya bisa luar biasa,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Pelatihan Tilawatil Level 1 Resmi Ditutup, H. Sudian Noor Dorong Penguatan Peran Guru Al-Qur’an
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Oktober 2025 - 21:20 WITA

Tanah Bumbu Jadi Pelopor: H. Sudian Noor Gelar Pelatihan Komunikasi untuk Driver Ojek Online

Senin, 6 Oktober 2025 - 22:34 WITA

Pelatihan Tilawatil Level 1 Resmi Ditutup, H. Sudian Noor Dorong Penguatan Peran Guru Al-Qur’an

Berita Terbaru