Hadapi Puncak Musim Hujan, Banjarbaru Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir dan Perkuat Armada Tanggap Darurat

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 19:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir dengan memperkuat sistem mitigasi di sejumlah wilayah rawan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pemasangan perangkat peringatan dini banjir serta penambahan sarana operasional penanggulangan bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menerima dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa dua unit Early Warning System (EWS) dan satu unit kendaraan operasional serbaguna. Bantuan tersebut direalisasikan menjelang akhir tahun, seiring meningkatnya curah hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini, mengatakan pemasangan EWS merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk meminimalkan risiko dan dampak banjir di kawasan padat penduduk.

“Alhamdulillah, di penghujung tahun ini Banjarbaru mendapatkan dukungan dari BNPB, termasuk pemasangan sistem peringatan dini banjir yang sangat penting bagi keselamatan masyarakat,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Dua unit EWS tersebut dipasang di lokasi yang selama ini tergolong rawan genangan, yakni di Kecamatan Cempaka dan kawasan Guntung Paikat. Perangkat tersebut berbentuk menara setinggi sekitar 20 meter yang dilengkapi sirene, dengan jangkauan suara hingga kurang lebih 1,5 kilometer.

Baca Juga :  Kalsel Masuk 10 Besar Nasional dalam Indeks Demokrasi Indonesia 2024

Menurut Zaini, sebelum sistem tersebut difungsikan, BNPB bersama BPBD telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar agar masyarakat memahami fungsi dan respons yang harus dilakukan ketika peringatan dini berbunyi.

“Ini teknologi baru bagi Banjarbaru. Karena itu, edukasi kepada masyarakat sangat penting agar peringatan yang disampaikan benar-benar efektif dan tidak menimbulkan kepanikan,” jelasnya.

Selain sistem peringatan dini, BPBD Banjarbaru juga memperoleh satu unit truk serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan penanganan bencana, mulai dari mobilisasi personel, evakuasi warga, distribusi bantuan, hingga dukungan logistik di lapangan.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk penguatan kapasitas daerah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya pada periode puncak musim hujan.

“Selain EWS, kendaraan operasional ini juga bantuan dari BNPB yang akan sangat membantu BPBD dalam menjalankan tugas-tugas kebencanaan,” katanya.

Baca Juga :  Parade Senja Banjarbaru Meriahkan Oktober dengan Nuansa Nasionalisme dan Kreativitas Pelajar

Ia menambahkan, keberadaan armada tersebut memungkinkan pemerintah daerah melakukan pemantauan lebih cepat terhadap situasi darurat di lapangan.

“Dengan dukungan kendaraan ini, respon terhadap kejadian bencana bisa lebih cepat, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan sejak awal,” ucapnya.

Sirajoni menekankan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana, meski tidak ada pihak yang menginginkan terjadinya musibah.

“Kita tentu berharap tidak terjadi bencana, namun kesiapan tetap harus dibangun. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah melindungi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, BPBD Banjarbaru telah menetapkan status siaga bencana, mengaktifkan posko pemantauan, mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC), serta memperkuat koordinasi lintas sektor dengan TNI dan Polri. Patroli rutin di daerah rawan banjir juga terus dilakukan, didukung kesiapan perahu karet, alat keselamatan, dan logistik darurat.

Berita Terkait

Pengguna Pertalite di Banjarbaru Bertambah, Pengendara Pilih BBM Lebih Murah Usai Pertamax Naik
Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa
Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit
Tanggapi Kasus ASN Tersangka Korupsi Tambang, Dinas ESDM Kalsel Janji Kooperatif dengan Penyidik
Kenaikan Harga Oli Mulai Dirasakan Pengendara di Banjarbaru, Bengkel Sebut Naik Sekitar Rp10 Ribu
Di Balik Dugaan Kasus Kekerasan terhadap Balita di Banjarbaru, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kepedulian Sekitar
Tetangga Mengaku Syok Usai Muncul Dugaan Kasus Kekerasan terhadap Balita NS (3) di Landasan Ulin Utara
Keluarga Temukan Kejanggalan pada Tubuh Balita yang Meninggal di Landasan Ulin, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:10 WITA

Pengguna Pertalite di Banjarbaru Bertambah, Pengendara Pilih BBM Lebih Murah Usai Pertamax Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:13 WITA

Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:11 WITA

Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:04 WITA

Tanggapi Kasus ASN Tersangka Korupsi Tambang, Dinas ESDM Kalsel Janji Kooperatif dengan Penyidik

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:01 WITA

Kenaikan Harga Oli Mulai Dirasakan Pengendara di Banjarbaru, Bengkel Sebut Naik Sekitar Rp10 Ribu

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Setelah Melalui Proses Panjang, PAW DPRD Banjar Akhirnya Tuntas

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:55 WITA