Harga TBS Sawit di Kaltim Terus Menguat, Pekebun Diharapkan Makin Sejahtera

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : kaltimprov.go.id

FOTO : kaltimprov.go.id

pro1.id, KALTIM – Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Harga Tandan Buah Segar (TBS) dilaporkan kembali mengalami kenaikan, memberikan dampak positif bagi para pekebun di daerah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, menjelaskan bahwa peningkatan harga pekan ini dipengaruhi oleh naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional serta meningkatnya permintaan.

Ia menyebutkan, harga rata-rata tertimbang CPO saat ini berada di level Rp14.226,60 per kilogram, sedangkan harga kernel ditetapkan sebesar Rp11.781,78 per kilogram.

Baca Juga :  Klinik di Long Ikis Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Muzakkir kemudian merinci harga TBS berdasarkan usia tanaman. Untuk sawit berumur tiga tahun, harga ditetapkan Rp2.863,67 per kilogram.

“Tanaman umur empat tahun dihargai Rp3.053,00 per kilogram, umur lima tahun Rp3.072,29 per kilogram, dan umur enam tahun Rp3.105,58 per kilogram,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).

Selanjutnya, TBS dari tanaman berusia tujuh tahun dipatok Rp3.124,51 per kilogram. Untuk umur delapan tahun sebesar Rp3.147,84 per kilogram, sembilan tahun Rp3.214,81 per kilogram, dan usia sepuluh tahun mencapai Rp3.252,50 per kilogram.

Baca Juga :  Hari Lahir Pancasila Jadi Sarana Pendidikan Karakter di Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Samarinda

Menurut Muzakkir, daftar harga tersebut berlaku sebagai standar bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kalimantan Timur, khususnya untuk kebun plasma.

Ia berharap kerja sama antara kelompok tani dan pihak pabrik minyak sawit dapat menjaga stabilitas harga di tingkat petani, sehingga tidak lagi dipengaruhi permainan tengkulak. Dengan sistem kemitraan tersebut, kesejahteraan pekebun sawit diharapkan dapat semakin meningkat.

(SUMBER : kaltimprov.go.id)

Berita Terkait

Kelatnas Perisai Diri Kaltim Gelar Rakerda, Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pembinaan Anggota
Wartawan Legend Bedapatan ke-4 Digelar di Samarinda, Jadi Ajang Silaturahmi dan Apresiasi Insan Pers Kaltim
Wings Air Siapkan Penerbangan Perdana Samarinda–Melak, Perjalanan Kutai Barat Kini Hanya 45 Menit
Gandeng Pakar Korea Bahas Strategi Cyber Security, Pemprov Kaltim Perkuat Sistem Keamanan Digital
102 Sekolah di Kaltim Direvitalisasi, Pemerintah Siapkan Lingkungan Belajar yang Lebih Layak
BKKBN Kaltim Dorong Peran Masyarakat Tekan Stunting Melalui Program Genting
Bontang Mangrove Park Jadi Andalan Wisata Konservasi Kalimantan Timur
Inflasi Kalimantan Timur Masih Terkendali, Mei 2026 Naik 0,17 Persen

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:27 WITA

Kelatnas Perisai Diri Kaltim Gelar Rakerda, Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pembinaan Anggota

Senin, 15 Juni 2026 - 08:22 WITA

Wartawan Legend Bedapatan ke-4 Digelar di Samarinda, Jadi Ajang Silaturahmi dan Apresiasi Insan Pers Kaltim

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:45 WITA

Wings Air Siapkan Penerbangan Perdana Samarinda–Melak, Perjalanan Kutai Barat Kini Hanya 45 Menit

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:13 WITA

Gandeng Pakar Korea Bahas Strategi Cyber Security, Pemprov Kaltim Perkuat Sistem Keamanan Digital

Senin, 8 Juni 2026 - 19:01 WITA

102 Sekolah di Kaltim Direvitalisasi, Pemerintah Siapkan Lingkungan Belajar yang Lebih Layak

Berita Terbaru