Profesor ULM Ingatkan Ancaman Super El Niño, Panas Ekstrem hingga Krisis Pangan Jadi Sorotan

- Penulis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:38 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Ancaman Super El Niño pada 2026 menjadi perhatian karena berpotensi memicu panas ekstrem, kekeringan berkepanjangan, hingga gangguan pasokan air dan pangan. Profesor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Husaini, mengingatkan dampak fenomena iklim tersebut tidak hanya berkaitan dengan cuaca, tetapi juga dapat mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Husaini yang juga menjabat Koordinator Kampus ULM Banjarbaru menyebut dampak Super El Niño perlu diantisipasi sejak dini. Menurutnya, perubahan suhu dan pola curah hujan dapat berlangsung secara bertahap, tetapi berpotensi menimbulkan dampak luas apabila tidak diimbangi kesiapsiagaan.

“Super El Niño tidak merobohkan bangunan dalam semalam. Fenomena ini bekerja secara perlahan, menaikkan suhu beberapa derajat, memperpanjang kekeringan selama beberapa minggu, dan mengubah pola curah hujan ke wilayah lain. Perubahan kecil yang terlihat itu, dalam skala jutaan nyawa, dapat berubah menjadi korban jiwa yang nyata,” kata Husaini di Banjarbaru, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, suhu ekstrem dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki penyakit jantung dan gangguan pernapasan. Paparan panas berkepanjangan juga berisiko menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga sengatan panas yang dapat mengancam jiwa.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, penderita penyakit jantung, serta pekerja yang beraktivitas di luar ruangan. Mereka berisiko lebih besar terdampak apabila suhu tinggi berlangsung dalam waktu lama.

“Ada pembunuh yang tak terdengar. Tak ada suara ledakan, tak ada bangunan yang runtuh, namun orang-orang bisa kehilangan nyawa akibat panas ekstrem, kekeringan, kelaparan, dan kerusakan lingkungan. Inilah yang perlu kita waspadai sebagai ‘kematian diam-diam’,” ujarnya.

Baca Juga :  IPWL YPR Nusantara Perkuat Sinergi Perlindungan Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional di Banjarbaru

Husaini juga mengutip laporan Reuters pada 2026 yang memuat perkiraan Climate Impact Lab dari Universitas Chicago. Dalam proyeksi tersebut, panas ekstrem yang berkaitan dengan Super El Niño diperkirakan berpotensi menyebabkan hingga 451.000 kematian tambahan di seluruh dunia selama Juni 2026 hingga Februari 2027.

Indonesia disebut berpotensi mengalami sekitar 19.300 kematian tambahan. Namun, angka tersebut merupakan proyeksi risiko, bukan jumlah kematian yang telah terkonfirmasi. Karena itu, informasi tersebut perlu dipahami sebagai peringatan mengenai potensi dampak yang harus diantisipasi.

“Kita tidak boleh menunggu sampai orang mulai jatuh sakit dan angka kematian meningkat baru menyadari bahayanya. Ancaman ini perlu diidentifikasi sejak dini dengan menganalisis data iklim dan kondisi kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Selain kesehatan, dampak Super El Niño juga berpotensi dirasakan pada sektor lingkungan. Kemarau panjang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan yang rentan terbakar. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi Kalimantan Selatan yang memiliki wilayah rawan karhutla.

Husaini menilai pengawasan kawasan rawan kebakaran, pengelolaan sumber air, serta kesiapan menghadapi musim kering perlu diperkuat. Langkah pencegahan dinilai lebih penting agar kondisi kekeringan tidak berkembang menjadi bencana yang semakin sulit ditangani.

Perubahan suhu, kelembapan, dan pola curah hujan juga dapat memengaruhi kondisi lingkungan yang berkaitan dengan penyebaran penyakit, termasuk demam berdarah dengue (DBD). Oleh karena itu, pemantauan kasus, pemberantasan sarang nyamuk, dan kesiapan fasilitas kesehatan tetap perlu menjadi perhatian.

Baca Juga :  Masa Libur Sekolah Dimulai, Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis di Banjarbaru Disesuaikan Jadwal Satuan Pendidikan

Dampak lain yang perlu diwaspadai adalah penurunan produksi pertanian akibat keterbatasan air irigasi. Jika hasil panen berkurang, pasokan pangan dapat terganggu dan harga bahan pokok berpotensi meningkat. Situasi tersebut dapat memberi tekanan lebih besar kepada keluarga berpenghasilan rendah, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil.

“Ketika hasil panen menurun, air menjadi langka, dan harga pangan naik, dampaknya melampaui aspek ekonomi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Untuk menghadapi potensi tersebut, Husaini mendorong penguatan pemantauan iklim dan kesehatan masyarakat, perlindungan kelompok rentan, pengamanan pasokan air bersih, kesiapan pangan, serta pencegahan karhutla. Koordinasi lintas sektor juga diperlukan agar informasi mengenai risiko dan langkah perlindungan dapat disampaikan secara tepat kepada masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa Super El Niño tidak semata-mata persoalan suhu udara yang meningkat. Fenomena ini berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap kesehatan, lingkungan, ketersediaan air, dan ketahanan pangan.

Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat perlu dilakukan sebelum dampak kekeringan semakin meluas. Pemantauan kondisi lingkungan, penyampaian informasi yang akurat, serta perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko yang mungkin timbul.

Sumber : MC Banjarbaru

Berita Terkait

KAKI Desak Kejati Kalsel Tuntaskan Mafia Tanah HSS, Dugaan Penyimpangan Sejumlah Proyek Ikut Disorot
Kukuhkan Pengurus PGMI Banjarbaru, Lisa Halaby Tekankan Pentingnya Akhlak dan Kualitas Guru Madrasah
Persaingan Panas Berakhir! Angkatan 24 Keluar sebagai Juara Umum POH HIMALOGIKAN 2026
Persaingan Sengit di Futsal POH HIMALOGIKAN 2026, Angkatan 23 Keluar sebagai Juara
Akt 24 Sapu Bersih Skor 3-0, Rebut Gelar Juara Mobile Legends POH HIMALOGIKAN 2026
Lapangan Jadi Saksi! Empat Tim Angkatan Siap Bertarung di Futsal POH HIMALOGIKAN 2026
Lima Tim Bersaing dalam Pertandingan Mobile Legends POH HIMALOGIKAN 2026
Tinjau Hutan Lindung Liang Anggang, Wali Kota Banjarbaru Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:37 WITA

KAKI Desak Kejati Kalsel Tuntaskan Mafia Tanah HSS, Dugaan Penyimpangan Sejumlah Proyek Ikut Disorot

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:51 WITA

Kukuhkan Pengurus PGMI Banjarbaru, Lisa Halaby Tekankan Pentingnya Akhlak dan Kualitas Guru Madrasah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WITA

Persaingan Panas Berakhir! Angkatan 24 Keluar sebagai Juara Umum POH HIMALOGIKAN 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Persaingan Sengit di Futsal POH HIMALOGIKAN 2026, Angkatan 23 Keluar sebagai Juara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:38 WITA

Profesor ULM Ingatkan Ancaman Super El Niño, Panas Ekstrem hingga Krisis Pangan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA