pro1.id, BANJARBARU – Sebanyak 183 calon jemaah haji asal Kota Banjarbaru mengikuti bimbingan manasik haji tingkat kota sebagai bagian dari persiapan keberangkatan musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk membekali jemaah dengan pemahaman teknis dan kesiapan sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Plt Subbagian Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarbaru, Ahmad Shafwani, menyampaikan jumlah jemaah tahun ini mengalami sedikit penambahan dibanding data awal.
“Awalnya tercatat 181 orang, kemudian ada penambahan sehingga total menjadi 183 jemaah. Seluruhnya sudah menyelesaikan pelunasan biaya perjalanan haji dan dipastikan berangkat tahun ini,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pelaksanaan haji untuk wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dilakukan secara terpadu. Total jemaah dari Kalimantan Selatan mencapai lebih dari lima ribu orang, sementara dari Kalimantan Tengah sekitar seribu lima ratusan orang.
Untuk Kota Banjarbaru, pembagian keberangkatan dilakukan dalam dua kelompok terbang (kloter). Mayoritas jemaah tergabung dalam kloter 10, sedangkan lima orang lainnya masuk kloter 19 karena adanya penyesuaian dari daftar cadangan.
“Sebagian besar berada di kloter 10. Penambahan jemaah membuat beberapa orang ditempatkan di kloter 19, namun secara keseluruhan tidak ada perubahan terhadap jadwal keberangkatan mereka,” tuturnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Jamaluddin Faris, menuturkan bahwa seluruh peserta manasik berasal dari berbagai kecamatan di Banjarbaru. Ia memastikan pembagian kloter tidak memengaruhi kesiapan panitia dalam memberikan pelayanan dan pembekalan.
Menurutnya, variasi usia jemaah tahun ini cukup lebar. Calon jemaah termuda berusia 19 tahun, sementara yang tertua mencapai 83 tahun.
“Perbedaan kloter hanya bersifat administratif. Kami tetap fokus memastikan seluruh jemaah mendapatkan pembinaan yang maksimal agar siap secara fisik maupun mental,” ujarnya.
Pemerintah Kota Banjarbaru bersama instansi terkait berkomitmen mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026, termasuk dalam tahap pembinaan melalui manasik yang dilaksanakan secara terintegrasi.









