pro1.id, BANJARBARU – Peristiwa duka menyelimuti kawasan Citra Garden City, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kamis siang (29/1/2026). Seorang anak laki-laki berusia delapan tahun ditemukan meninggal dunia di sebuah kolam pemancingan yang berada di lingkungan perumahan tersebut.
Korban berinisial MR, warga Sungai Ulin. Keberadaan korban pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat tubuh anak itu mengapung di permukaan kolam sekitar pukul 13.00 WITA. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada petugas keamanan kompleks.
Korban segera dievakuasi dari kolam dan dilarikan ke Rumah Sakit Al-Mansyur Banjarbaru. Namun, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Kepolisian Resor Banjarbaru membenarkan kejadian tersebut. Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi mengatakan, aparat gabungan dari Polsek Banjarbaru Utara dan Satreskrim Polres Banjarbaru langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Petugas telah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta mengecek rekaman CCTV di sekitar area kolam,” ungkapnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Secara medis, korban menunjukkan tanda-tanda khas meninggal akibat tenggelam, seperti keluarnya cairan dari hidung dan mulut. Sementara lebam yang ditemukan di bagian belakang telinga hingga leher diduga kuat akibat benturan saat korban terjatuh ke kolam.
Dari penyelidikan sementara, kolam pemancingan tersebut merupakan fasilitas umum perumahan dengan kedalaman sekitar 1,5 meter dan belum dilengkapi pagar atau pembatas pengaman.
Polisi juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban berada di PAUD Mata Najwa, yang berfungsi sebagai sekolah sekaligus tempat penitipan anak berkebutuhan khusus. Diduga korban keluar dari area sekolah melalui jendela ruang makan yang tidak memiliki teralis.
“Petugas menemukan jejak kaki dari lingkungan sekolah menuju kolam. Sejumlah saksi juga melihat korban berjalan cepat ke arah kolam dan tidak menghiraukan teguran,” jelas Ipda Kardi.
Berdasarkan keseluruhan hasil penyelidikan, kepolisian memastikan peristiwa tersebut murni kecelakaan dan tidak mengandung unsur pidana. Korban diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus dengan spektrum autisme dan memiliki ketertarikan terhadap air.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum terhadap pihak sekolah.









