Mpro1.id, TANAH GROGOT – Seorang warga bernama Fitriadi (33), kelahiran 1992 asal Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Songka, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Tim SAR gabungan dari Kabupaten Paser dan Kalimantan Selatan kembali melanjutkan pencarian korban pada Jumat pagi (14/2/2026), memasuki hari ketiga operasi.
Kepala Desa Songka, Eny Damayanti, SE, menjelaskan korban baru sekitar dua hari tinggal di RT 01 Desa Songka, di rumah keluarganya. Desa tersebut berjarak sekitar enam kilometer dari Batu Sopang, kecamatan induk di wilayah itu.
“Korban datang ke Desa Songka untuk mencari peluang kerja,” ujar Eny.
Sebelum kejadian, Fitriadi diketahui bergabung dengan dua rekannya, Boby dan Hastomi, untuk mendulang emas tidak jauh dari lokasi peristiwa. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat diajak menyeberang sungai menggunakan perahu, namun menolak dan memilih berenang sendiri.
Nahas, saat menyeberang dengan berenang, korban diduga tidak mampu melawan arus sungai yang cukup deras hingga akhirnya tenggelam.
Informasi awal kejadian beredar pada Rabu (11/2/2026) antara waktu Magrib dan Isya melalui grup WhatsApp milik Babinsa setempat, Mulyadi. Mendapat laporan tersebut, unsur lintas kecamatan seperti Koramil dan Polsek Batu Sopang langsung bergerak ke lokasi bersama kedua saksi.
Tim SAR gabungan dari Paser, Balikpapan, serta Kalimantan Selatan mulai melakukan pencarian sejak Kamis (12/2/2026) pagi. Namun hingga hari kedua, korban belum berhasil ditemukan.
Memasuki hari ketiga, pencarian diperluas dengan dukungan tambahan dari tim perusahaan mitra PT Kideco Jaya Agung, di antaranya PT SIMS, PT Petrosea, PT KAU, serta unsur gabungan lainnya.
Secara geografis, wilayah Kabupaten Paser memang memiliki banyak aliran sungai. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir juga menyebabkan arus sungai menjadi deras dan berpotensi membahayakan.
Interaksi warga Kalimantan Selatan dan Kabupaten Paser sendiri telah lama terjalin, mengingat kedua wilayah berbatasan langsung di kawasan Gunung Halat, yang menjadi perbatasan Kecamatan Muara Komam (Paser) dengan wilayah Tabalong, Kalimantan Selatan.
Tim SAR berharap operasi pencarian hari ini membuahkan hasil.
“Semoga korban bisa segera ditemukan hari ini, dalam kondisi apa pun,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Perkembangan selanjutnya masih menunggu informasi resmi dari tim SAR di lapangan.









