pro1.id, BARITO KUALA – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru kini merambah wilayah Kabupaten Barito Kuala. Pada Senin (24/11/2025) pagi, SPBU di Jalan Bahaudin Musa, Marabahan, tercatat tidak memiliki stok Pertamax, Pertalite, maupun Dexlite.
Pantauan di lapangan menunjukkan seluruh dispenser di SPBU tersebut ditutup rapat, menandakan tidak ada BBM yang dapat disalurkan kepada pengendara.
Ratna dan Aryo, dua petugas yang sedang berjaga, membenarkan kondisi tersebut. Menurut Ratna, pihak SPBU hingga kini belum mendapatkan jadwal pasti kedatangan suplai BBM berikutnya.
“Stok sudah habis sejak kemarin. Sampai sekarang belum ada kabar soal pengiriman ulang,” ujarnya.
Aryo menambahkan, seluruh mesin pompa sengaja dimatikan karena tangki penyimpanan benar-benar kosong.
“Kalau masih ada sisa, tentu pompa tetap menyala. Ini habis total, jadi semua mesin harus ditutup,” jelasnya.
Situasi ini semakin menyulitkan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas harian. Toto, seorang pengemudi pickup yang datang ke SPBU tersebut, mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar sejak beberapa hari terakhir.
“Sekarang hampir setiap hari kosong. Kalau beli di pengecer harganya jauh lebih tinggi, bisa selisih sampai tiga ribu per liter,” keluhnya.
Ia mengatakan kenaikan biaya operasional mulai terasa, terutama bagi mereka yang bekerja mengandalkan kendaraan.









