Korban Terakhir Kecelakaan Kelotok di Sungai Barito Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

- Penulis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 21:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : BASARNAS

FOTO : BASARNAS

pro1.id, BARITO KUALA – Tim SAR Gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin berhasil mengevakuasi korban terakhir dari insiden tenggelamnya kapal kelotok di kawasan perairan Sungai Barito, tepatnya di depan area PT Australbyna, Kalimantan Selatan.

Insiden tragis ini pertama kali dilaporkan oleh Aipda Mathias dari Ditpolair Polda Kalsel pada Jumat (3/10/2025) pukul 15.03 WITA. Lokasi kejadian berada di titik koordinat 3°20’37.44″S – 114°32’41.76″E, sekitar satu jam perjalanan sungai dari Kantor Basarnas Banjarmasin.

Merespons laporan tersebut, operasi pencarian langsung digerakkan dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk Basarnas Banjarmasin, Ditpolair Polda Kalsel, Satpolair Polresta Banjarmasin, PMI Kota Banjarmasin, tim Water Rescue, serta masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Banjir Rendam Hampir Seluruh Sungai Tabuk, 304 Warga Bertahan di Pengungsian

Pencarian berbuah hasil pada Sabtu sore (4/10/2025) pukul 16.50 WITA, ketika korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 30 meter dari lokasi tenggelamnya kapal. Titik penemuan tercatat di koordinat 3°20’787″S – 114°32’588″E. Korban yang diketahui bernama Ahmad Fauzi langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Dengan ditemukannya korban ini, maka seluruh penumpang kelotok telah berhasil diidentifikasi, dengan rincian sebagai berikut:

  • Selamat: 5 orang

  • Meninggal Dunia: 1 orang

  • Dalam Pencarian: Nihil

Setelah proses evakuasi dan identifikasi selesai, seluruh tim SAR melakukan debriefing pada pukul 17.00 WITA dan operasi resmi dinyatakan selesai.

Baca Juga :  Warga Desa Pemangkih Dilaporkan Hilang di Sungai, Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran

Sepanjang operasi, tim menggunakan berbagai alat utama dan pendukung, antara lain:

  • Mobil penyelamat (Rescue Car D-Max)

  • Kapal KN SAR 407

  • Perahu karet dengan mesin tempel

  • Alat pendeteksi bawah air Aqua Eye

  • Perlengkapan selam (4 set)

  • Peralatan komunikasi dan perlengkapan pribadi

Kondisi cuaca selama pencarian dilaporkan gerimis ringan dengan arus sungai sedang, namun tidak menimbulkan kendala berarti dalam pelaksanaan tugas.

Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, S.E., M.A.P., mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini.

“Koordinasi lintas instansi menjadi kunci suksesnya pencarian. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ujar beliau.

 

Berita Terkait

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit
Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Desa Lok Tamu, Polisi Lakukan Penyelidikan
Anak 10 Tahun Diduga Tenggelam di Danau Galian Tanah Bumbu, Tim SAR Lakukan Pencarian
Tiga Kamar Asrama Santri Ponpes Nurul Iman Ma’had Ba’abud Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Kipas Angin
Mobil Angkutan Umum Terbakar di Halaman Masjid Al Karomah Martapura
Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Persawahan Desa Lok Tunggul, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Pria Asal Banjarbaru Ditemukan Meninggal di Desa Penggalaman Martapura Barat

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WITA

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:11 WITA

Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:14 WITA

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Desa Lok Tamu, Polisi Lakukan Penyelidikan

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:07 WITA

Anak 10 Tahun Diduga Tenggelam di Danau Galian Tanah Bumbu, Tim SAR Lakukan Pencarian

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:05 WITA

Tiga Kamar Asrama Santri Ponpes Nurul Iman Ma’had Ba’abud Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Kipas Angin

Berita Terbaru