pro1.id, BANJARBARU – Semangat antikorupsi kembali digaungkan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui kegiatan Sosialisasi Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 yang mengusung tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Aries Banjarbaru pada Selasa (2/12/2025) dan dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintahan mulai dari legislatif, eksekutif, pimpinan SKPD, camat, lurah hingga para bendahara SKPD.

Masrul, Inspektur Pembantu Bidang Pencegahan dan Investigasi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kesungguhan pemerintah daerah dalam memperkuat integritas birokrasi sekaligus mengawal upaya pemberantasan korupsi secara berkesinambungan.
“Peringatan HAKORDIA adalah momentum yang tepat untuk memperkuat kembali komitmen kita bersama dalam mencegah dan mengawasi setiap potensi korupsi,” ucapnya.
Materi sosialisasi memuat tiga fokus utama: penjelasan mengenai jerat hukum dan risiko korupsi, mekanisme pengawasan keuangan negara serta pencegahan dini, serta penguatan sembilan nilai antikorupsi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masrul menambahkan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk menghasilkan tujuh capaian, di antaranya meningkatnya pemahaman peserta, terbentuknya kesadaran kolektif, hingga lahirnya komitmen nyata pada level individu maupun organisasi.
Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, turut menegaskan bahwa korupsi merupakan kejahatan yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan mencederai kepercayaan publik.
“Tema Satukan Aksi Basmi Korupsi mengingatkan kita bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kekompakan dan keteguhan dari seluruh elemen,” ujarnya.
Ia menyoroti berbagai bentuk praktik koruptif seperti pungli, gratifikasi, penyalahgunaan kewenangan, hingga konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa yang harus dihindari oleh seluruh aparatur pemerintahan. Menurutnya, hanya dengan integritas yang kuat, tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional dapat diwujudkan.
Sirajoni berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kewaspadaan peserta sekaligus meminimalkan peluang terjadinya kecurangan di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.
“Semoga kegiatan ini dapat memperluas pemahaman kita dan mendorong setiap aparatur untuk tetap menjaga kejujuran serta transparansi,” pungkasnya.









