Dorong Peran Ayah di Sekolah, Komisi Pendidikan Kaltim Soroti Makna Gerakan Ambil Rapor

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 13:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto : MC PASER)

(Foto : MC PASER)

pro1.id, TANAH GROGOT – Pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor di Kabupaten Paser pada Sabtu (20/12/2025) mendapat apresiasi dari Wakil Ketua I Komisi Nasional Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Kasrani. Menurutnya, kehadiran ayah di sekolah memiliki arti strategis dalam mendukung proses pendidikan anak, bukan sekadar agenda simbolik.

Kasrani mengungkapkan bahwa selama ini peran ayah dalam urusan sekolah anak masih relatif rendah. Pengambilan rapor umumnya dilakukan oleh ibu, sehingga banyak ayah kurang mengetahui perkembangan akademik maupun pembentukan karakter anak di lingkungan sekolah. Melalui gerakan ini, ayah diajak untuk terlibat langsung dan menjalin komunikasi dengan pihak sekolah.

Baca Juga :  BSI Hadirkan Layanan Keuangan Syariah Modern, Pemkab Kotabaru Beri Dukungan Penuh

“Bagi sebagian ayah, ini menjadi pengalaman pertama mengambil rapor anak. Dari situ mereka bisa mengetahui capaian belajar anak dan berdialog langsung dengan guru. Hal ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran ayah dalam mendampingi anak, terutama di rumah,” kata Kasrani.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal dari kebiasaan positif yang berkelanjutan, sehingga hubungan antara orang tua dan sekolah semakin erat dan terbuka demi peningkatan mutu pendidikan.

Lebih jauh, Kasrani menegaskan bahwa keberlanjutan gerakan ini memerlukan dukungan nyata dari berbagai pihak. Ia menilai perlu adanya kebijakan dan program pendukung, seperti pemberian cuti bagi ayah atau program pendampingan keluarga, agar keterlibatan ayah tidak berhenti pada momentum tertentu saja.

Baca Juga :  Jalur Dua Tanah Periuk–Paser Belengkong: Mangkraknya Kesinambungan Pembangunan

“Jangan sampai gerakan ini hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Harus ada dukungan kebijakan agar dampaknya benar-benar dirasakan,” tegasnya.

Meski respons masyarakat cukup positif, Kasrani mengingatkan bahwa tantangan terbesar adalah mengubah semangat sesaat menjadi kebiasaan jangka panjang. Ia optimistis, apabila keterlibatan ayah dalam pendidikan anak terus diperkuat, hal tersebut akan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.

“Dengan komitmen bersama dan konsistensi, saya yakin cita-cita Indonesia Emas bisa lebih cepat tercapai,” tutupnya. (Sumber : MC PASER)

Berita Terkait

Tragedi Kebakaran Subuh di Tanah Grogot, Dua Penghuni Tak Terselamatkan
Klinik di Long Ikis Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tiga Bangunan Terbakar di Tanah Grogot, Kerugian Diperkirakan Capai Rp1 Miliar
Korban Tenggelam di Pantai Buradaya Ditemukan, Pencarian Libatkan Tim Gabungan
Salat Idulfitri di Masjid Besar Nurul Falah Long Ikis Berlangsung Khidmat dan Meriah
Sejarah dan Perkembangan Desa Pait, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser
Jelang Idul Fitri, BNK Paser Gelar Tes Urin Sopir Angkutan Umum
Disbunnak Paser Pastikan Stok Daging Jelang Idulfitri Aman, Harga di Pasar Sekitar Rp160 Ribu per Kilogram
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 13:33 WITA

Tragedi Kebakaran Subuh di Tanah Grogot, Dua Penghuni Tak Terselamatkan

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:03 WITA

Klinik di Long Ikis Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:22 WITA

Tiga Bangunan Terbakar di Tanah Grogot, Kerugian Diperkirakan Capai Rp1 Miliar

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:15 WITA

Korban Tenggelam di Pantai Buradaya Ditemukan, Pencarian Libatkan Tim Gabungan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:19 WITA

Salat Idulfitri di Masjid Besar Nurul Falah Long Ikis Berlangsung Khidmat dan Meriah

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Polres Banjar Renovasi Rumah Lansia di Paramasan, Wujud Kepedulian Sosial

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:56 WITA