pro1.id, MARTAPURA – PT BPR Martapura Banjar Sejahtera (Perseroda) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan di Kampung Putra Bulu, Kabupaten Banjar, Kamis (30/04/2026).
Rapat ini membahas laporan kinerja keuangan tahun buku 2025, pembagian dividen, serta arah pengembangan perusahaan ke depan. Tiga pemegang saham utama yang hadir dalam RUPS tersebut yakni Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Banjar, dan Bank Kalsel.
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, menyampaikan apresiasi atas kinerja BPR Martapura yang dinilai sehat dan mampu memberikan kontribusi positif kepada pemegang saham.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja BPR Martapura karena mampu memberikan dividen yang cukup besar, sekitar Rp250 juta untuk pemerintah provinsi. Ini menunjukkan kinerja yang sehat dan patut menjadi contoh bagi BPR lain di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan, sehingga BPR Martapura dapat berkembang lebih baik lagi di masa mendatang.
Sementara itu, Direktur PT BPR Martapura Banjar Sejahtera, Ari Rosadi, menjelaskan bahwa pembagian dividen dilakukan berdasarkan porsi kepemilikan saham masing-masing.
“Untuk tahun buku 2025, laba perusahaan berdasarkan audit mencapai sekitar Rp2,3 miliar. Dari hasil tersebut, dividen dibagikan sesuai komposisi saham, di mana Pemerintah Provinsi menerima sekitar Rp250 juta,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan laba perusahaan dipengaruhi oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang berdampak pada peningkatan pendapatan bunga.
“Semakin tinggi penyaluran kredit, maka pendapatan perusahaan juga ikut meningkat,” katanya.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi, BPR Martapura juga mulai melakukan inovasi digital melalui layanan berbasis teknologi informasi untuk mempermudah transaksi nasabah di lapangan.
“Petugas kami sudah bisa melakukan transaksi seperti tabungan dan angsuran langsung melalui perangkat berbasis digital,” tambahnya.
Terkait program kredit “Kurma Manis”, Ari menyebut program tersebut masih berjalan, meskipun terdapat penyesuaian terkait penyertaan modal yang baru dapat direalisasikan pada 2027 karena menyesuaikan regulasi terbaru.
“Program tetap berjalan, hanya memang ada penyesuaian. Harapannya ke depan bisa kembali meningkat,” ujarnya.
Dengan capaian kinerja yang positif serta strategi penguatan digital dan penyaluran kredit, BPR Martapura optimistis dapat terus meningkatkan laba perusahaan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan dividen bagi para pemegang saham.
Saat ini, BPR Martapura tercatat melayani lebih dari 1.100 nasabah yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Banjar.









