pro1.id, MARTAPURA – Aktivitas panen ikan papuyu di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar menunjukkan hasil yang semakin membaik, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan serta stakeholder terkait menggelar Panen Ikan Papuyu di Pokdakan Patarahan Tengah, Sabtu (18/4/2026).
Para pembudidaya mulai merasakan keuntungan dari komoditas lokal yang kini kian diminati pasar.
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Patarahan Tengah, Hambali, mengungkapkan bahwa hasil panen papuyu saat ini cukup menjanjikan, baik dari segi kuantitas maupun nilai ekonomi.
“Alhamdulillah hasil panen cukup baik, dan dari perbandingan modal dengan hasilnya, budidaya papuyu ini cukup menguntungkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel yang telah menebarkan bibit 20.000 ekor beserta pakan dan sarana lainnya sehingga kami berhasil panen sekitar 1,3 ton.
“Kami juga berterima kasih suport dan dukungannya kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar yang telah membimbing dalam pemeliharaan budidaya ikan papuyu”, ucapnya.
Seiring meningkatnya aktivitas panen, data produksi papuyu di Karang Intan juga menunjukkan tren positif. Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, menjelaskan bahwa wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai kampung papuyu oleh pemerintah pusat.
Produksi papuyu tercatat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024 mencapai 7,11 ton, kemudian naik menjadi 11 ton pada 2025.
“Di triwulan pertama 2026 saja sudah mencapai 3,7 ton. Kami perkirakan di triwulan kedua bisa menyentuh 11 ton, dan hingga akhir tahun berpotensi melampaui 15 ton,” jelasnya.

Menurut Bandi, papuyu menjadi komoditas unggulan karena memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca serta mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan.
Selain itu, nilai ekonominya juga tergolong tinggi dan stabil. Harga papuyu di pasaran bervariasi, mulai dari sekitar Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram tergantung kualitas

Apresiasi juga datang dari pihak Akademisi. Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat, Untung Bijaksana mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pokdakan Patarahan Tengah yang dapat mengimplementasikan bimbingan dan pendampingan oleh Dinas terkait.
“Dilihat dari keberhasilan panen hari ini dengan hasil yang cukup baik, pokdakan Patarahan Tengah sangat baik dalam membudidayakan ikan papuyu, diharapkan ikan lokal papuyu ini bisa terus terjaga dan berkembang serta terus maju,” ucapnya.
Ia juga berencana melibatkan mahasiswa untuk turut dilibatkan dalam kegiatan lapangan terkait budidaya perikanan.
“Keterlibatan kedepannya ini diharapkan mampu mendorong inovasi sekaligus memperkuat pengembangan budidaya papuyu di Kabupaten Banjar sebagai sarana mahasiswa untuk melaksanakan akademisinya,” tuturnya.
Dengan tren produksi yang terus meningkat dan dukungan dari berbagai pihak, papuyu Karang Intan dinilai memiliki potensi besar menjadi komoditas unggulan daerah.









