Harga Telur Ayam Ras Anjlok, Peternak Kalsel Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Harga telur ayam ras di Kalimantan Selatan yang terus mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir mulai menekan kondisi ekonomi peternak. Situasi ini menjadi perhatian serius karena harga jual dinilai sudah berada di bawah biaya produksi, sehingga mengancam keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Permasalahan tersebut dibahas dalam audiensi antara Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (1/7/2026).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menjelaskan pertemuan tersebut bertujuan menyamakan data produksi, distribusi, serta memetakan penyebab terus melemahnya harga telur ayam ras di tingkat peternak.

“Kami bersama Pinsar melakukan sinkronisasi data terkait produksi dan distribusi telur ayam ras di Kalimantan Selatan. Harapannya, dengan data yang akurat kita bisa mencari solusi agar distribusi lebih optimal dan harga kembali membaik,” ujar Suparmi.

Baca Juga :  Pemprov Kalsel Tetapkan Lokasi Pembangunan Stadion Internasional di Landasan Ulin Barat

Menurutnya, produksi telur ayam ras di Kalimantan Selatan saat ini masih surplus. Selain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, hasil produksi juga dipasok ke sejumlah provinsi tetangga, seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Pemerintah daerah berharap distribusi ke berbagai wilayah di Kalimantan dapat ditingkatkan agar kelebihan pasokan terserap pasar sehingga harga di tingkat peternak kembali stabil.

Sementara itu, perwakilan Pinsar Kalimantan Selatan, Sugem, menyebut penurunan harga telah berlangsung sejak usai Idulfitri dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

“Harga telur sekarang sudah di luar batas kewajaran. Peternak, terutama skala kecil, menjadi pihak yang paling terdampak karena mereka menjual telur di bawah harga pokok produksi. Artinya setiap hari mereka mengalami kerugian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polres Banjar Gagalkan Peredaran 19 Kilogram Sabu, Kurir Dibekuk di Kecamatan Gambut

Ia mengingatkan, apabila kondisi tersebut terus berlanjut, banyak peternak berpotensi tidak mampu menutup biaya operasional dan akhirnya menghentikan usaha mereka.

“Kalau terus nombok, lama-lama peternak tidak sanggup lagi bertahan. Kami khawatir ini berdampak terhadap keberlangsungan usaha peternakan rakyat dan pasokan telur di Kalimantan Selatan ke depan,” tambah Sugem.

Melalui audiensi tersebut, Pinsar Kalimantan Selatan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur ayam ras, baik melalui penguatan distribusi maupun kebijakan lain yang dapat melindungi peternak rakyat.

Dengan harga yang kembali berada pada tingkat yang wajar, para peternak diharapkan dapat terus menjalankan usahanya secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketersediaan pasokan telur bagi masyarakat di Kalimantan Selatan dan wilayah sekitarnya.

Berita Terkait

BPKH Wilayah V Verifikasi 7.000 Hektare Kawasan Hutan di Banjar dan Kotabaru
ATTI Pusat Kukuhkan Pengurus DPD hingga Sasana di Kalsel, Perkuat Pembinaan Taiji Quan
Peminat Teknologi Hasil Perikanan FPIK ULM Meningkat, 42 Mahasiswa Bergabung pada 2026
15 Taruna Akpol dan AAL Tuntaskan Taruna Bakti di Kalsel, Dukung Penguatan Sekolah Rakyat
Disnakertrans Kalsel Gelar Job Fair 2026, Sediakan 1.945 Lowongan Kerja dari 46 Perusahaan
Muhammad Fatih Anwari dan Misha Adeeva Azzahra Dinobatkan sebagai Nanang Galuh Cilik Kalsel 2026
Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kilogram Sabu dan 556 Butir Ekstasi, 39 Tersangka Diamankan dari 26 Kasus
Dislautkan Kalsel Didampingi DKPP Banjar Serahkan 20 Ribu Bibit Papuyu dan 90 Sak Pakan untuk Pokdakan Tabulihin

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:55 WITA

BPKH Wilayah V Verifikasi 7.000 Hektare Kawasan Hutan di Banjar dan Kotabaru

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:45 WITA

ATTI Pusat Kukuhkan Pengurus DPD hingga Sasana di Kalsel, Perkuat Pembinaan Taiji Quan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:35 WITA

Peminat Teknologi Hasil Perikanan FPIK ULM Meningkat, 42 Mahasiswa Bergabung pada 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:54 WITA

15 Taruna Akpol dan AAL Tuntaskan Taruna Bakti di Kalsel, Dukung Penguatan Sekolah Rakyat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:14 WITA

Disnakertrans Kalsel Gelar Job Fair 2026, Sediakan 1.945 Lowongan Kerja dari 46 Perusahaan

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agu 2026 - 18:19 WITA

Kota Banjarbaru

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:52 WITA