Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi, Banjir Pasokan Telur dari Jawa Diduga Picu Anjloknya Harga di Tingkat Peternak

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:23 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan mulai menyusun langkah penanganan menyusul anjloknya harga telur ayam ras yang dikeluhkan peternak lokal. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah meningkatnya pasokan telur dari Pulau Jawa yang diduga menekan harga jual di Kalimantan Selatan.

Persoalan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalsel di Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan Kalsel, Adilla Redha Yanti, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai masukan dari pelaku usaha perunggasan dan akan menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan instansi terkait.

“Kami telah menerima berbagai informasi dari Pinsar mengenai kondisi harga telur saat ini. Seluruh masukan akan kami pelajari dan ditindaklanjuti melalui mitigasi serta koordinasi bersama stakeholder terkait,” ujarnya.

Menurut Adilla, Kalimantan Selatan sebenarnya berada dalam kondisi surplus produksi telur ayam ras. Namun, masuknya pasokan dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa, dinilai ikut memengaruhi keseimbangan pasar sehingga harga di tingkat peternak terus mengalami penurunan.

Baca Juga :  Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat di Polda Kalsel, Deretan Kapolres Ikut Bergeser

Ia mengungkapkan, harga telur yang pada kondisi normal berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp26 ribu, bahkan di beberapa transaksi tercatat hanya Rp22.500 per kilogram.

“Informasi yang kami terima menunjukkan harga telur mengalami penurunan cukup tajam. Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami karena berkaitan dengan stabilitas harga komoditas di daerah,” katanya.

Meski demikian, Adilla menjelaskan Dinas Perdagangan tidak memiliki kewenangan untuk membatasi arus distribusi komoditas antardaerah. Oleh sebab itu, penyelesaiannya memerlukan sinergi lintas instansi.

“Kami tidak memiliki kewenangan melakukan penindakan terhadap distribusi barang. Karena itu, persoalan ini akan kami bahas bersama Satgas Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Siswa MTs Al-Furqon Meninggal Saat Kemah, Pengamat Hukum Minta Kasus Diusut Terbuka

Sementara itu, perwakilan Pinsar Kalimantan Selatan, Sugeng, menilai kondisi saat ini sudah sangat memberatkan peternak rakyat. Menurutnya, harga jual telur telah berada di bawah biaya produksi sehingga banyak peternak mulai mengalami kerugian.

Ia menjelaskan biaya produksi telur di Kalimantan Selatan saat ini diperkirakan mencapai sekitar Rp29 ribu per kilogram, sehingga harga yang layak bagi peternak berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

“Selisih harga yang terjadi sekarang sangat besar. Dengan biaya produksi yang tinggi, peternak lokal sulit bersaing ketika pasar dibanjiri telur dari luar daerah dengan harga yang jauh lebih murah,” ujarnya.

Pinsar berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan distribusi telur antardaerah serta meninjau kembali mekanisme harga acuan agar tercipta persaingan usaha yang lebih sehat. Menurut Sugeng, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus memastikan pasokan telur di Kalimantan Selatan tetap terjaga.

Berita Terkait

KAKI Desak Kejati Kalsel Tuntaskan Mafia Tanah HSS, Dugaan Penyimpangan Sejumlah Proyek Ikut Disorot
Persaingan Panas Berakhir! Angkatan 24 Keluar sebagai Juara Umum POH HIMALOGIKAN 2026
Persaingan Sengit di Futsal POH HIMALOGIKAN 2026, Angkatan 23 Keluar sebagai Juara
Profesor ULM Ingatkan Ancaman Super El Niño, Panas Ekstrem hingga Krisis Pangan Jadi Sorotan
Akt 24 Sapu Bersih Skor 3-0, Rebut Gelar Juara Mobile Legends POH HIMALOGIKAN 2026
Lapangan Jadi Saksi! Empat Tim Angkatan Siap Bertarung di Futsal POH HIMALOGIKAN 2026
Lima Tim Bersaing dalam Pertandingan Mobile Legends POH HIMALOGIKAN 2026
Respons Cepat Kebocoran Pipa Banjarbakula, PTAM Intan Banjar Andalkan Air Irigasi Riam Kanan Jaga Pasokan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:37 WITA

KAKI Desak Kejati Kalsel Tuntaskan Mafia Tanah HSS, Dugaan Penyimpangan Sejumlah Proyek Ikut Disorot

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WITA

Persaingan Panas Berakhir! Angkatan 24 Keluar sebagai Juara Umum POH HIMALOGIKAN 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Persaingan Sengit di Futsal POH HIMALOGIKAN 2026, Angkatan 23 Keluar sebagai Juara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:38 WITA

Profesor ULM Ingatkan Ancaman Super El Niño, Panas Ekstrem hingga Krisis Pangan Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:05 WITA

Akt 24 Sapu Bersih Skor 3-0, Rebut Gelar Juara Mobile Legends POH HIMALOGIKAN 2026

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA