Diserbu Pasokan Telur dari Jawa, Pinsar Kalsel Minta Pemerintah Lindungi Peternak Lokal

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Selatan meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap masuknya telur ayam ras dari Pulau Jawa yang dinilai ikut memicu jatuhnya harga di tingkat peternak lokal. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin memperburuk keadaan usaha peternakan rakyat yang saat ini sudah menghadapi tekanan akibat tingginya biaya produksi.

Isu tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Pinsar Kalimantan Selatan dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (1/7/2026), yang membahas berbagai persoalan sektor perunggasan, termasuk anjloknya harga telur beberapa bulan terakhir.

Perwakilan Pinsar Kalsel, Sugem, menjelaskan bahwa harga telur di Pulau Jawa sedang berada pada level rendah sehingga produk dari wilayah tersebut masuk ke pasar Kalimantan dengan harga yang lebih kompetitif. Situasi ini membuat peternak lokal kesulitan bersaing karena biaya produksi yang mereka keluarkan jauh lebih besar.

Baca Juga :  Kalsel Surplus Telur dan Daging Ayam, Pasok Kebutuhan Kalteng hingga Kaltim

“Harga telur dari Jawa memang lebih murah karena biaya produksinya berbeda. Sementara kami di Kalimantan Selatan memiliki biaya produksi yang lebih tinggi. Akibatnya, peternak lokal harus mengikuti harga pasar yang justru berada di bawah biaya produksi,” katanya.

Ia menyebutkan, biaya produksi telur ayam ras di Kalimantan Selatan diperkirakan mencapai sekitar Rp28 ribu per kilogram. Namun, harga jual yang diterima peternak saat ini hanya berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram, sehingga setiap penjualan masih menimbulkan kerugian.

Menurut Sugem, apabila kondisi tersebut terus berlangsung tanpa adanya langkah penyeimbang dari pemerintah, usaha peternak rakyat akan semakin tertekan dan berpotensi mengurangi jumlah pelaku usaha di sektor perunggasan.

“Kalau terus menjual di bawah biaya produksi, lama-kelamaan peternak tidak akan mampu bertahan. Yang paling rentan adalah peternak skala kecil karena modal mereka terbatas,” ujarnya.

Baca Juga :  Demo Sopir : Pertamina Pastikan Stok Solar di Kalsel Aman, Soroti Antrean dan Dugaan Premanisme di SPBU

Pinsar menegaskan tidak mempermasalahkan distribusi telur antarprovinsi sebagai bagian dari mekanisme perdagangan. Namun, pemerintah dinilai perlu memastikan agar arus barang tidak menimbulkan persaingan yang merugikan peternak lokal.

“Yang kami harapkan bukan penutupan distribusi, tetapi adanya kebijakan yang menciptakan keseimbangan pasar sehingga peternak daerah tetap memiliki ruang untuk berkembang,” tambahnya.

Aspirasi tersebut telah disampaikan kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan untuk diteruskan kepada instansi yang berwenang di bidang perdagangan. Pinsar berharap koordinasi antarlembaga dapat menghasilkan langkah nyata agar harga telur kembali stabil, sehingga usaha peternakan rakyat tetap mampu menopang kebutuhan telur di Kalimantan Selatan maupun daerah tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Berita Terkait

Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi, Banjir Pasokan Telur dari Jawa Diduga Picu Anjloknya Harga di Tingkat Peternak
Pinsar Kalsel Khawatir Peternak Rakyat Gulung Tikar, Desak Pemerintah Stabilkan Harga Telur Ayam Ras
Kalsel Surplus Telur dan Daging Ayam, Pasok Kebutuhan Kalteng hingga Kaltim
Harga Telur Ayam Ras Anjlok, Peternak Kalsel Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret
Polda Kalsel Beberkan Hasil Operasi Besar: 211 Tersangka Diciduk dalam 153 Kasus
Peringati HANI 2026, IPWL YPR Kobra Kalsel Gelar Jalan Santai, Lomba Pungut Sampah dan Deklarasi Perang Melawan Narkoba
Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat di Polda Kalsel, Deretan Kapolres Ikut Bergeser
Kapolda Kalsel Pastikan Tindak Tegas Pelaku Begal Payudara, Patroli Malam Ditingkatkan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:23 WITA

Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi, Banjir Pasokan Telur dari Jawa Diduga Picu Anjloknya Harga di Tingkat Peternak

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:51 WITA

Diserbu Pasokan Telur dari Jawa, Pinsar Kalsel Minta Pemerintah Lindungi Peternak Lokal

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:44 WITA

Pinsar Kalsel Khawatir Peternak Rakyat Gulung Tikar, Desak Pemerintah Stabilkan Harga Telur Ayam Ras

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:32 WITA

Kalsel Surplus Telur dan Daging Ayam, Pasok Kebutuhan Kalteng hingga Kaltim

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:27 WITA

Harga Telur Ayam Ras Anjlok, Peternak Kalsel Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret

Berita Terbaru

Kota Banjarbaru

Hadapi Ancaman El Nino, Ditjen PKH Perkuat Kesiapan Sektor Peternakan

Sabtu, 4 Jul 2026 - 09:46 WITA