Pengendalian Ikan Sapu-Sapu Masuk Rencana 2027, DKP3 Banjarbaru Siapkan Program Berkelanjutan

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 15:52 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan Banjarbaru menjadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru. Setelah Festival Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Guntung Paikat pada Sabtu (22/8/2026) lalu, upaya pengendalian dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keberadaan biota ikan lokal.

Kabid Perikanan DKP3 Banjarbaru, Risna, mengatakan ikan sapu-sapu merupakan jenis ikan invasif yang keberadaannya dapat mengganggu ekosistem perairan. Pasalnya, ikan tersebut dapat memangsa biota lokal yang selama ini hidup di perairan Banjarbaru.

“Yang menjadi bahaya dari ikan sapu-sapu ini karena sifatnya invasif dan memakan biota asli kita. Ikan-ikan lokal seperti papuyu, haruan dan sepat juga dimakannya,” ujar Risna, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, populasi ikan sapu-sapu juga relatif cepat berkembang sehingga penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan yang dilakukan satu kali. Karena itu, diperlukan program yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan perairan.

Baca Juga :  Ketua KONI Banjarbaru Respons Walk Out Cabor, Tegaskan Musorkot Tetap Berjalan Sesuai Aturan

Risna menyebut keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan program pengendalian. Untuk tahun ini, pihaknya belum merancang program khusus dalam bentuk kegiatan besar. Namun, upaya tersebut diharapkan dapat masuk dalam perencanaan pada 2027 mendatang.

“Untuk tahun ini karena anggaran yang sangat terbatas, kami belum merencanakan kegiatan khusus itu. Tapi untuk 2027, insyaallah akan kami upayakan,” katanya. 

Meski demikian, pihaknya tidak menutup peluang untuk melakukan kegiatan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan perguruan tinggi, termasuk mahasiswa yang dapat dilibatkan untuk turun langsung dalam kegiatan lingkungan maupun pengendalian ikan sapu-sapu.

Risna menilai keterlibatan masyarakat justru menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem perairan. Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dinilai dapat berperan langsung karena mengetahui kondisi perairan di lingkungan mereka.

Baca Juga :  Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Balita di Banjarbaru, Ibu Kandung Jalani Pemeriksaan

“Sebenarnya yang paling bagus adalah kerja sama dengan masyarakat. Kalau masyarakat, RT, RW dan kelurahan bisa bersama-sama, menurut saya akan lebih efektif. Apalagi masyarakat sekitar bisa kita berikan kesadaran untuk bersama-sama menjaga ekosistem perairan,” jelasnya.

Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk mendukung kegiatan lingkungan. Menurutnya, dukungan berbagai pihak dapat membantu pemerintah menjalankan program pengendalian secara lebih optimal di tengah keterbatasan anggaran.

Ke depan, DKP3 Banjarbaru berharap kegiatan seperti Festival Tangkap Ikan Sapu-Sapu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengendalian secara berkala dinilai diperlukan agar populasi ikan invasif tersebut dapat ditekan sekaligus menjaga keberadaan ikan lokal seperti papuyu, haruan dan sepat di perairan Banjarbaru.

Berita Terkait

Kukuhkan Pengurus PGMI Banjarbaru, Lisa Halaby Tekankan Pentingnya Akhlak dan Kualitas Guru Madrasah
Profesor ULM Ingatkan Ancaman Super El Niño, Panas Ekstrem hingga Krisis Pangan Jadi Sorotan
Tinjau Hutan Lindung Liang Anggang, Wali Kota Banjarbaru Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla
Pipa Transmisi Bocor, Distribusi Air Bersih di Banjarbaru Terganggu hingga 10 Hari
Orientasi 146 PPPK Banjarbaru, Raden Indera Tekankan Kinerja yang Berdampak bagi Masyarakat
Yasnaya Banjarbaru Uji Coba Operasional, Siapkan Kafe 24 Jam Bernuansa Jepang dengan Menu Sehat
Program Genius Kenalkan Pola Makan B2SA kepada Siswa SDN 1 Guntung Paikat
Kekeringan Meluas, Pemko Banjarbaru Kembali Salurkan Air Bersih ke Guntung Manggis

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:51 WITA

Kukuhkan Pengurus PGMI Banjarbaru, Lisa Halaby Tekankan Pentingnya Akhlak dan Kualitas Guru Madrasah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:38 WITA

Profesor ULM Ingatkan Ancaman Super El Niño, Panas Ekstrem hingga Krisis Pangan Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:13 WITA

Tinjau Hutan Lindung Liang Anggang, Wali Kota Banjarbaru Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Pipa Transmisi Bocor, Distribusi Air Bersih di Banjarbaru Terganggu hingga 10 Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:08 WITA

Orientasi 146 PPPK Banjarbaru, Raden Indera Tekankan Kinerja yang Berdampak bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA