pro1.id, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan Presiden senilai Rp663.071.000 untuk mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya bagi relawan dan masyarakat yang terdampak asap.
Dana bantuan tersebut dimanfaatkan melalui dua program utama, yakni operasional dapur umum lapangan serta pembagian paket sembako bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan atau terindikasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap karhutla.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Banjarbaru, Suhasmin Alfisyah, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sembako diprioritaskan kepada masyarakat yang mengalami dampak kesehatan akibat asap.
“Kalau terdampak, sebenarnya keseluruhan masyarakat bisa dikatakan terdampak. Namun, kami memprioritaskan warga yang terindikasi ISPA akibat asap. Karena itu, penyalurannya dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan,” ujar Suhasmin, Selasa (3/11/2026).

Untuk mendukung kebutuhan relawan selama penanganan karhutla, Dinsos mengalokasikan bantuan bagi operasional dapur umum lapangan. Kegiatannya mencakup penyediaan 200 porsi makanan setiap hari selama 30 hari serta dukungan operasional bagi 30 petugas dapur umum dalam periode yang sama, termasuk 10 petugas lapangan.
Selain itu, disiapkan tiga unit kendaraan operasional mobil dapur umum serta dukungan bagi 10 petugas peninjauan lapangan selama 15 hari.

Sementara untuk membantu masyarakat yang terdampak asap, Dinsos menyalurkan sebanyak 600 paket sembako melalui dua tahap distribusi. Pelaksanaannya dilakukan dengan melibatkan Dinas Kesehatan serta sejumlah puskesmas di Kota Banjarbaru.
Distribusi bantuan tersebut menjangkau 10 puskesmas. Rinciannya, Puskesmas Cempaka menerima 50 paket, Landasan Ulin Timur 40 paket, Liang Anggang 40 paket, Guntung Payung 40 paket, dan Landasan Ulin 40 paket.
Selanjutnya, Puskesmas Guntung Manggis memperoleh 30 paket, Sungai Ulin 20 paket, Banjarbaru Utara 20 paket, Sungai Besar 10 paket, serta Banjarbaru Selatan sebanyak 10 paket.
Melalui penyaluran tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat dan dukungan bagi relawan tetap terpenuhi selama penanganan karhutla berlangsung.
Kolaborasi antara Dinsos, Dinas Kesehatan, dan puskesmas diharapkan dapat membantu menjangkau warga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan Kota Banjarbaru dalam menghadapi dampak bencana karhutla.















