pro1.id, BANJARBARU — Luapan air kembali menggenangi Madrasah Khairiyah Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Rabu (4/2/2026). Akibatnya, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dihentikan sementara dan siswa dipulangkan lebih awal.
Meski air telah surut menjelang sore hari, kondisi lingkungan sekolah masih dipenuhi lumpur yang menutupi lantai ruang kelas hingga ruang guru. Sejumlah fasilitas sekolah tampak terdampak genangan.
Penjaga Madrasah Khairiyah Cempaka, Hartoni, mengungkapkan bahwa banjir merupakan kejadian yang kerap berulang di sekolah tersebut hampir setiap tahun, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Kejadian seperti ini sudah sering. Ketinggian air berbeda-beda, kadang hanya sebatas betis, tapi pernah juga sampai setinggi dada orang dewasa,” katanya.
Menurut Hartoni, genangan mulai memasuki area sekolah sejak pagi hari dan baru berangsur surut sekitar pukul 14.00 Wita. Hampir seluruh ruang kelas terdampak, termasuk ruang guru, dengan ketinggian air kurang lebih setara dengan kejadian banjir beberapa tahun lalu.
“Airnya tadi kurang lebih setinggi betis orang dewasa. Kondisinya mirip seperti banjir tahun 2021,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, pihak sekolah memiliki catatan sederhana untuk mendokumentasikan riwayat banjir yang pernah terjadi. Setiap kejadian banjir, dinding sekolah diberi tanda menggunakan spidol untuk menunjukkan batas ketinggian air beserta tanggalnya.
“Itu sebagai penanda saja, supaya bisa dibandingkan dari tahun ke tahun, banjir mana yang paling tinggi,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas belajar dihentikan lebih awal. Pihak sekolah berencana tetap membuka kegiatan keesokan harinya, namun fokus utama kemungkinan diarahkan pada pembersihan ruang kelas dari sisa lumpur.
“Besok rencananya tetap masuk, tapi kemungkinan belum belajar normal. Lebih ke kerja bakti dulu membersihkan kelas,” tambah Hartoni.
Sementara itu, warga sekitar sekolah, Maryani, menyebut banjir di kawasan Cempaka memang sudah menjadi persoalan tahunan yang kerap mengganggu aktivitas warga dan fasilitas umum.
“Kalau hujan deras dan sungai meluap, pasti daerah sini kena, termasuk sekolah,” katanya.
Warga berharap adanya penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan agar banjir yang rutin terjadi tidak terus menghambat kegiatan pendidikan dan kehidupan masyarakat di Kecamatan Cempaka.









