BKKBN Kaltim Dorong Peran Masyarakat Tekan Stunting Melalui Program Genting

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, KALTIM – Upaya percepatan penurunan stunting di Kalimantan Timur terus diperkuat melalui berbagai pendekatan yang menyasar langsung kondisi keluarga. Salah satu langkah yang kini menjadi fokus adalah mendorong partisipasi masyarakat melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Sunarto, menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan sumber daya manusia yang unggul harus dimulai dari lingkungan keluarga yang sehat, mandiri, dan memiliki ketahanan ekonomi yang baik.

Menurutnya, pembangunan kualitas generasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

“Peningkatan kualitas keluarga harus berjalan beriringan dengan upaya pengurangan kemiskinan. Keduanya menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang sehat dan berdaya saing,” ujarnya saat memberikan paparan mengenai ketahanan keluarga, Jumat (5/6/2026).

Melalui Program Genting, BKKBN mengajak masyarakat untuk turut berperan membantu keluarga yang memiliki anak berisiko stunting maupun yang telah mengalami stunting. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan nyata terhadap program pembangunan manusia.

Sunarto mengungkapkan, pelaksanaan Program Genting sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Secara nasional, jumlah penerima manfaat bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Respons Aspirasi Warga, Gubernur Kaltim Tinjau Jembatan Mahulu dan Pastikan Kondisinya Aman

“Target awal sebanyak satu juta sasaran berhasil terlampaui dengan capaian sekitar 1,4 juta penerima manfaat. Ini menunjukkan tingginya partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap upaya pencegahan stunting,” katanya.

Pada 2026, program tersebut kembali dilanjutkan dengan sasaran yang sama. Namun, pola intervensi yang dilakukan mengalami penyesuaian agar lebih menyentuh akar permasalahan yang menyebabkan stunting.

Selain pemenuhan gizi, pemerintah kini memberikan perhatian lebih terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal keluarga penerima manfaat. Faktor sanitasi yang buruk, akses air bersih yang terbatas, hingga rumah yang tidak layak huni dinilai turut berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting pada anak.

Karena itu, intervensi tahun ini lebih memprioritaskan perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan sanitasi yang sehat, pembangunan jamban keluarga, serta akses air bersih yang memadai.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Jelaskan Alasan Lampu Stadion Palaran Dipindah ke Segiri Demi Penuhi Standar AFC

“Stunting tidak hanya dipicu kekurangan asupan gizi. Lingkungan yang tidak sehat juga dapat menyebabkan infeksi berulang pada anak sehingga menghambat pertumbuhan mereka,” jelas Sunarto.

Di samping itu, BKKBN tetap menjalankan berbagai program edukasi keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan gizi anak.

Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, BKKBN berharap angka stunting dapat terus ditekan sekaligus menciptakan keluarga yang lebih tangguh, mandiri, dan sejahtera di masa mendatang.

SUMBER : PORTAL KALTIM

Berita Terkait

Pemprov Kaltim Ambil Alih Pengelolaan Mall Lembuswana, Siapkan Revitalisasi Kawasan
Kaltim Miliki Hampir 240 Ribu Hektare Mangrove, Penanaman 12 Ribu Bibit Jadi Bagian Renaksi Daerah
Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemprov Kaltim Tanam 12 Ribu Bibit di Pantai Lamaru Dukung Pelestarian Pesisir
Respons Aspirasi Warga, Gubernur Kaltim Tinjau Jembatan Mahulu dan Pastikan Kondisinya Aman
Pemprov Kaltim Satukan Langkah Perluas Listrik dan Internet Hingga Pelosok Desa
Keraton Sambaliung Jadi Sorotan Tim Penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat
Qori Asal Kaltim Raih Juara MTQ Pelajar Internasional di Malaysia, Harumkan Nama Indonesia
Pemprov Kaltim Jelaskan Alasan Lampu Stadion Palaran Dipindah ke Segiri Demi Penuhi Standar AFC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:45 WITA

Pemprov Kaltim Ambil Alih Pengelolaan Mall Lembuswana, Siapkan Revitalisasi Kawasan

Senin, 27 Juli 2026 - 00:48 WITA

Kaltim Miliki Hampir 240 Ribu Hektare Mangrove, Penanaman 12 Ribu Bibit Jadi Bagian Renaksi Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 00:45 WITA

Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemprov Kaltim Tanam 12 Ribu Bibit di Pantai Lamaru Dukung Pelestarian Pesisir

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:47 WITA

Respons Aspirasi Warga, Gubernur Kaltim Tinjau Jembatan Mahulu dan Pastikan Kondisinya Aman

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:24 WITA

Pemprov Kaltim Satukan Langkah Perluas Listrik dan Internet Hingga Pelosok Desa

Berita Terbaru