pro1.id, BERAU – Keraton Sambaliung menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi tim penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dalam rangka penilaian warisan budaya di Kabupaten Berau, Jumat (10/7/2026). Situs bersejarah tersebut dinilai memiliki nilai penting dalam memperkuat identitas budaya yang menjadi bagian dari kawasan geopark.



Kedatangan tim disambut oleh keluarga besar Kesultanan Sambaliung. Selama kunjungan, rombongan diajak menelusuri sejarah keraton oleh Datu Rizal, keturunan Raja pertama Kesultanan Sambaliung, yang menjelaskan perjalanan berdirinya kesultanan beserta peran para sultannya dalam sejarah Berau.

Datu Rizal mengisahkan Kesultanan Sambaliung lahir setelah terjadinya pemisahan dari Kerajaan Berau pada awal abad ke-19. Ia juga memaparkan perjuangan Sultan Alimuddin yang menentang campur tangan pemerintah kolonial Hindia Belanda, hingga akhirnya diasingkan ke Makassar pada tahun 1834.



“Keraton Sambaliung tidak hanya menjadi saksi sejarah Kesultanan Sambaliung, tetapi juga mencerminkan perjuangan para pemimpin Berau dalam mempertahankan kedaulatan daerah,” ujarnya.
Selain mengulas sejarah masa kolonial, rombongan juga mendapat penjelasan mengenai perjalanan Kesultanan Sambaliung setelah Indonesia merdeka. Di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad Aminuddin, kesultanan secara resmi menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga wilayahnya menjadi bagian dari Kabupaten Berau.


Peninjauan ini merupakan bagian dari proses evaluasi aspek warisan budaya dalam pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Keberadaan Keraton Sambaliung diharapkan dapat memperkuat nilai budaya kawasan geopark sekaligus meningkatkan daya tarik wisata sejarah di Kabupaten Berau bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
SUMBER : PORTAL KALTIM











