Hadapi Ancaman El Nino, Ditjen PKH Perkuat Kesiapan Sektor Peternakan

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino terhadap sektor peternakan. Salah satu fokus utama adalah menjaga ketersediaan pakan ternak sekaligus meningkatkan upaya pencegahan penyakit hewan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI di Balai Veteriner Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (03/07/2026).

Menurut Agung, pemerintah telah menginstruksikan dinas terkait bersama kelompok peternak untuk menyiapkan cadangan pakan melalui pengolahan hijauan menjadi silase maupun hay agar kebutuhan ternak tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Kami mendorong dinas terkait dan kelompok peternak untuk mengolah pakan ternak, baik melalui teknik silase maupun pembuatan pakan kering (hay), agar lebih tahan lama dan tersedia saat El Nino,” katanya.

Baca Juga :  Truk Gandeng Seruduk Pembatas Bundaran Palam Banjarbaru, Beton Sepanjang Belasan Meter Ambruk

Selain menjaga ketersediaan pakan dan air, pemerintah juga memperkuat pengendalian penyakit hewan melalui penerapan biosekuriti, penyediaan vaksin, obat-obatan, serta vitamin guna menjaga kondisi ternak tetap sehat.

Agung mengatakan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejauh ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Program vaksinasi rutin yang dilakukan pemerintah dinilai berhasil menekan angka penyebaran penyakit di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, tren kasus terus menurun. Vaksinasi rutin dua kali setahun terbukti efektif menekan angka penyebaran PMK,” ujarnya.

Di sisi lain, Ditjen PKH juga terus memperkuat layanan kesehatan hewan melalui pengembangan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan peningkatan kompetensi tenaga penyuluh. Pemerintah daerah didorong memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendukung pembangunan sarana pelayanan kesehatan hewan.

Baca Juga :  Pemda Kotabaru Dorong Kemajuan Peternakan Lewat Ajang “Si Kambing Hebat”

Agung berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR RI dapat semakin memperkuat kesiapsiagaan sektor peternakan dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga produktivitas peternak.

“Kami berharap penguatan penyuluhan dan layanan kesehatan hewan dapat meningkatkan kesiapsiagaan peternak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim maupun ancaman penyakit hewan,” tutupnya.

Berita Terkait

Kodim 1006/Banjar dan Yonif 623/BWU Turut Tangani Karhutla di Banjarbaru, Ketersediaan Air Jadi Tantangan
104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru
Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis Dibangun, Banjarbaru Siapkan Akses dan Pertumbuhan Ekonomi Baru
Diskominfo Banjarbaru Sosialisasikan Perubahan Mekanisme Kerja Sama Publikasi dengan Media
Kabut Asap Karhutla, Pemkot Banjarbaru Ubah Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 09.00 WITA
Kodim 1006/Banjar Bangun Empat Jembatan Garuda di Banjar dan Banjarbaru, Akses Warga Diperkuat
59 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Banjar dan Banjarbaru Rampung, Operasional Ditargetkan Segera Berjalan
Banjarbaru Raih Skor 100,00, Jadi Peringkat Teratas IKADA se-Kanreg VIII

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:56 WITA

Kodim 1006/Banjar dan Yonif 623/BWU Turut Tangani Karhutla di Banjarbaru, Ketersediaan Air Jadi Tantangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:52 WITA

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:47 WITA

Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis Dibangun, Banjarbaru Siapkan Akses dan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:44 WITA

Diskominfo Banjarbaru Sosialisasikan Perubahan Mekanisme Kerja Sama Publikasi dengan Media

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:39 WITA

Kabut Asap Karhutla, Pemkot Banjarbaru Ubah Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 09.00 WITA

Berita Terbaru