pro1.id, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 dengan menggelar aksi penanaman 12.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Lamaru, Kota Balikpapan, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Gerakan Penanaman Mangrove Serentak Nasional sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.



Aksi penanaman dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, H. Muhaimin, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur. Kegiatan ini turut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, komunitas lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat.

Sebanyak 12 ribu bibit mangrove ditanam untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi, mengurangi dampak gelombang laut, sekaligus mempertahankan fungsi hutan mangrove sebagai benteng alami bagi daratan. Langkah tersebut dinilai semakin penting mengingat posisi strategis Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).



Dalam kesempatan itu, Muhaimin membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Muhammad Jumhur Hidayat. Ia menyampaikan bahwa mangrove merupakan aset lingkungan yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat besar.
“Mangrove memiliki peran penting dalam melindungi pesisir dari abrasi, menyerap dan menyimpan karbon, menjaga kualitas udara dan air, melindungi keanekaragaman hayati, menopang mata pencaharian masyarakat, hingga membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis lingkungan,” ujar Muhaimin saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup.


Ia juga mengungkapkan Indonesia saat ini memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia dengan luas lebih dari 3.455.628 hektare, atau sekitar 23 persen dari total mangrove global. Menurutnya, capaian tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan lingkungan hidup dunia.
Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Secara nasional, kegiatan berlangsung di 162 titik penanaman yang tersebar di 37 provinsi, mencakup area seluas 364,11 hektare dengan lebih dari satu juta bibit mangrove ditanam secara bersamaan.

Selain aksi penanaman, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan penghargaan Adiwiyata kepada sejumlah sekolah yang dinilai berhasil membangun budaya peduli lingkungan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap dunia pendidikan yang berperan aktif dalam menanamkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.
Sumber : Portal Kaltim











