BANJARBARU – Yasnaya menggelar uji coba operasional atau trial and error pada Sabtu (10/10/2026) sebagai persiapan menjelang soft opening pada Rabu (14/10/2026). Tahap ini dimanfaatkan manajemen untuk menguji kesiapan karyawan, mengevaluasi pelayanan, serta menemukan kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum kafe mulai beroperasi selama 24 jam.
Perwakilan manajemen Yasnaya, Rahmat Junaedy, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut belum termasuk soft opening. Pada tahap uji coba ini, pihaknya mengundang teman dekat, keluarga, dan kerabat untuk merasakan pelayanan sekaligus membantu tim menghadapi situasi operasional secara langsung.
Selama uji coba, makanan dan minuman disediakan secara gratis bagi para tamu undangan. Menurut Rahmat, banyaknya orang yang datang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan seluruh bagian, mulai dari barista, kasir, hingga karyawan lainnya dalam melayani pelanggan.
“Harapannya, makin banyak yang datang, makin banyak pula masalah yang bisa kita temukan. Setelah malam ini kita tutup, kita akan evaluasi berdasarkan masalah yang ditemukan, lalu pelan-pelan kita sempurnakan,” ujar Rahmat.

Ia mengatakan, evaluasi menjadi bagian penting sebelum Yasnaya memasuki tahap soft opening. Berbagai kendala yang ditemukan selama uji coba akan dibahas bersama tim agar pelayanan dapat berjalan lebih baik dan keluhan pelanggan bisa diminimalkan saat operasional dimulai.
Selain tamu undangan, Rahmat menyebutkan sudah ada pelanggan umum yang turut datang selama masa uji coba. Masukan dan pengalaman pengunjung tersebut diharapkan dapat membantu manajemen mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dibenahi.
Yasnaya dijadwalkan menggelar soft opening pada Rabu (14/10/2026), dengan rencana layanan selama 24 jam. Sebelum itu, masyarakat masih dapat berkunjung pada 11–12 Oktober selama masa uji coba dan menikmati sajian gratis. Sementara itu, 13 Oktober direncanakan menjadi waktu persiapan tim menjelang soft opening.
Dari sisi konsep, Yasnaya ingin menonjolkan menu omelette atau olahan telur sebagai produk andalan, disertai pilihan minuman smoothies. Manajemen berharap menu tersebut dapat menarik masyarakat yang menjalani gaya hidup aktif, termasuk pelari dan pesepeda yang mencari pilihan makanan serta minuman untuk menunjang aktivitas mereka.
“Kita hendak mengklaim bahwa spesialisasi kita ada di omelette. Karena kita menilai ini sebagai menu sehat, harapannya teman-teman yang suka lari, bersepeda, atau berolahraga pagi bisa mampir untuk makan dan minum di sini,” jelasnya.
Untuk fasilitas, area lantai satu diperkirakan memiliki kapasitas sekitar 120 hingga 140 tempat duduk. Sementara itu, pengembangan lantai dua masih menjadi rencana untuk tahap berikutnya dengan konsep bernuansa Jepang dan pencahayaan hangat.
Rahmat menyebutkan, harga menu Yasnaya dirancang relatif terjangkau. Meski belum ada pembahasan khusus mengenai promo saat soft opening, manajemen berharap konsep makanan, minuman, dan layanan 24 jam dapat menjadi pilihan bagi berbagai kalangan di Banjarbaru.

Mengenai nama Yasnaya, Rahmat menjelaskan bahwa nama tersebut dipilih setelah melalui pertimbangan bersama. Seorang rekan kami turut membantu memberikan ide nama yang memiliki kesan Jepang, tetapi tetap mengandung makna yang baik.
“Ulun percaya nama itu adalah doa. Jadi, kita memilih Yasnaya karena merasa nama ini paling cocok dan ada doa di dalamnya,” tuturnya.
Menurut Rahmat, pemilihan nama tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa nama yang baik membawa harapan bagi usaha yang dibangun. Nama Yasnaya akhirnya dipilih karena dinilai sesuai dengan konsep yang ingin dihadirkan manajemen.
Melalui tahapan trial and error ini, manajemen Yasnaya berharap berbagai kekurangan dapat diketahui dan diperbaiki lebih awal. Dengan demikian, saat memasuki tahap soft opening, kafe tersebut dapat memberikan pelayanan yang lebih siap dan nyaman bagi pengunjung.















