Diduga Depresi Karena Sakit, Pria di Banjarbaru Ditemukan Tewas Gantung Diri

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 19:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : HUMAS POLRES BANJARBARU

FOTO : HUMAS POLRES BANJARBARU

pro1.id, BANJARBARU –  Warga Perumahan Lambung Mangkurat Regency, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, dibuat heboh pada Senin (6/10/2025) sore. Seorang pria berinisial AR (52) ditemukan meninggal dunia dengan posisi tergantung di belakang rumahnya sekitar pukul 18.00 Wita.

Korban yang diketahui bekerja sebagai karyawan swasta itu pertama kali ditemukan oleh anaknya, A (12), bersama tetangga mereka, Pnuel. Saat itu keduanya terkejut ketika melihat AR sudah dalam keadaan tidak bernyawa di area dekat tempat pengisian air galon di rumah tersebut.

“Korban ditemukan sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali tambang. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya,” ujar Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, mewakili Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, Selasa (7/10/2025).

Polisi yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya tali tambang, kursi plastik yang diduga digunakan sebagai pijakan, serta secarik surat wasiat yang ditulis di atas potongan kardus.

Baca Juga :  Pemkot Banjarbaru Perkuat Koordinasi Program Makanan Bergizi Gratis, Fokus pada Keamanan dan Kualitas

Dalam surat tersebut, AR menuliskan permintaan maaf kepada istri dan anaknya serta pesan terakhir sebelum mengakhiri hidupnya.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah lama mengidap penyakit gagal ginjal dan rutin menjalani cuci darah. Dalam beberapa hari terakhir, ia juga sering mengeluhkan rasa sakit hebat di bagian ulu hati hingga merasa tidak kuat menahannya.

Baca Juga :  21 Dapur Gizi di Banjarbaru Telah Beroperasi, Layani Puluhan Ribu Penerima Manfaat Setiap Hari

“Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena tekanan batin akibat penyakit yang dideritanya,” tambah Kardi.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak.

Berita Terkait

Kodim 1006/Banjar dan Yonif 623/BWU Turut Tangani Karhutla di Banjarbaru, Ketersediaan Air Jadi Tantangan
104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru
Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis Dibangun, Banjarbaru Siapkan Akses dan Pertumbuhan Ekonomi Baru
Diskominfo Banjarbaru Sosialisasikan Perubahan Mekanisme Kerja Sama Publikasi dengan Media
Kabut Asap Karhutla, Pemkot Banjarbaru Ubah Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 09.00 WITA
Kodim 1006/Banjar Bangun Empat Jembatan Garuda di Banjar dan Banjarbaru, Akses Warga Diperkuat
59 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Banjar dan Banjarbaru Rampung, Operasional Ditargetkan Segera Berjalan
Banjarbaru Raih Skor 100,00, Jadi Peringkat Teratas IKADA se-Kanreg VIII

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:56 WITA

Kodim 1006/Banjar dan Yonif 623/BWU Turut Tangani Karhutla di Banjarbaru, Ketersediaan Air Jadi Tantangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:52 WITA

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:47 WITA

Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis Dibangun, Banjarbaru Siapkan Akses dan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:44 WITA

Diskominfo Banjarbaru Sosialisasikan Perubahan Mekanisme Kerja Sama Publikasi dengan Media

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:39 WITA

Kabut Asap Karhutla, Pemkot Banjarbaru Ubah Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 09.00 WITA

Berita Terbaru