Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp17 Ribu per Liter Dikeluhkan Pengendara di Martapura dan Banjarbaru

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, KALSEL – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di Kalimantan Selatan yang disebut mencapai Rp17.000 per liter per 10 Juni 2026 mulai dikeluhkan sejumlah pengendara di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Mereka mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.

Salah seorang pengendara di Banjarbaru, Herdiandi Tandi Salla Dakator, mengatakan kenaikan harga Pertamax cukup berdampak terhadap pengeluaran bulanannya. Menurutnya, kendaraan yang digunakan untuk bekerja mengharuskan penggunaan Pertamax agar performa mesin tetap terjaga.

“Motor saya memang harus menggunakan Pertamax. Kalau diganti ke Pertalite atau BBM lain biasanya bermasalah dan bisa mogok. Mau tidak mau harus tetap menggunakan Pertamax, sehingga biaya transportasi untuk bekerja ikut meningkat,” ujarnya, Rabu (10/6/2026). 

Baca Juga :  Resmi Diumumkan, Pemprov Kalsel Rencanakan Pengeringan DI Riam Kanan untuk Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Ia menilai kenaikan harga tersebut membuat beban pengeluaran semakin bertambah. Kondisi itu juga berdampak pada pendapatan yang diterimanya karena sebagian harus dialokasikan untuk membeli bahan bakar.

“Penghasilan yang saya dapat menjadi semakin tipis karena terpotong biaya BBM yang lebih mahal. Padahal kendaraan merupakan kebutuhan utama untuk bekerja setiap hari,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Muhammad Rofhal Akwan, seorang pengendara di Martapura. Ia mengaku tetap memilih menggunakan Pertamax karena kondisi motornya yang sudah berusia cukup lama dan membutuhkan bahan bakar dengan kualitas yang sesuai untuk menjaga performa mesin.

“Motor saya termasuk motor tua yang harus dirawat menggunakan Pertamax. Kalau kenaikannya cukup jauh seperti sekarang tentu semakin membebani, apalagi jarak rumah ke tempat kerja cukup jauh dan setiap hari harus menggunakan motor,” ungkapnya.

Baca Juga :  Balai Gakkum Kalimantan Bongkar Perdagangan Sisik Trenggiling di Sintang, Satu Tersangka Diamankan

Menurut Rofhal, pengguna Pertamax tidak seluruhnya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Banyak masyarakat dari kalangan menengah bahkan bawah yang tetap menggunakan Pertamax demi menjaga kondisi kendaraan agar tidak cepat mengalami kerusakan.

“Saya berharap harga Pertamax bisa kembali normal. Penggunanya bukan hanya orang mampu, tetapi juga masyarakat biasa yang memilih Pertamax untuk menjaga mesin kendaraan tetap awet dan tidak mudah rusak,” tambahnya.

Kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya operasional masyarakat yang sehari-hari mengandalkan kendaraan bermotor untuk bekerja maupun beraktivitas. Sejumlah pengendara berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mempertimbangkan dampak kenaikan harga terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Berita Terkait

Gubernur Kalsel Buka PKN Tingkat II Angkatan XVIII, Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Budaya Inovasi
Usai Geledah Kantor ESDM Kalsel, Penyidik Kejati Amankan Berkas Diduga Terkait Kasus Izin Tambang
Dugaan Pungli Perizinan Tambang Rp1,2 Miliar Diusut, ASN ESDM Kalsel Ditetapkan Tersangka
Adanya Penjagaan dan Pelayanan Mendadak Tutup, Ada Apa di Kantor Dinas ESDM Kalsel?
Operasi Antik Intan 2026, Polda Kalsel Ungkap Ratusan Kasus Narkoba dan Bongkar Jaringan Fredy Pratama
Mediasi Kejati Berbuah Hasil, Ganti Rugi Rp7 Miliar untuk Proyek Jembatan Pulau Laut Tuntas
Kapolda Kalsel Pimpin Sertijab, Brigjen Pol Noviar Kini Resmi Jabat Wakapolda
Antisipasi Musim Kemarau, Pemerintah dan Perusahaan Perkuat Upaya Pencegahan Karlabun

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:57 WITA

Gubernur Kalsel Buka PKN Tingkat II Angkatan XVIII, Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Budaya Inovasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:49 WITA

Usai Geledah Kantor ESDM Kalsel, Penyidik Kejati Amankan Berkas Diduga Terkait Kasus Izin Tambang

Senin, 8 Juni 2026 - 17:33 WITA

Dugaan Pungli Perizinan Tambang Rp1,2 Miliar Diusut, ASN ESDM Kalsel Ditetapkan Tersangka

Senin, 8 Juni 2026 - 13:13 WITA

Adanya Penjagaan dan Pelayanan Mendadak Tutup, Ada Apa di Kantor Dinas ESDM Kalsel?

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:33 WITA

Operasi Antik Intan 2026, Polda Kalsel Ungkap Ratusan Kasus Narkoba dan Bongkar Jaringan Fredy Pratama

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit

Jumat, 12 Jun 2026 - 22:17 WITA