Dugaan Pungli Perizinan Tambang Rp1,2 Miliar Diusut, ASN ESDM Kalsel Ditetapkan Tersangka

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 17:33 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan proses perizinan usaha pertambangan di Kabupaten Tabalong. Dalam perkara tersebut, seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan resmi ditetapkan sebagai tersangka.

ASN berinisial HPW itu diketahui bertugas sebagai evaluator pada Seksi Pengusahaan Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara. Penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan sejumlah bukti yang dianggap cukup untuk mengungkap dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam proses pengurusan izin usaha pertambangan.

Kepala Kejaksaan Negeri Tabalong, Anggara Suryanagara, mengatakan perkara tersebut berkaitan dengan pengajuan izin pertambangan yang diproses selama periode 2023 hingga 2025.

“Berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang telah diperoleh, penyidik menetapkan satu orang tersangka berinisial HPW,” katanya saat memberikan keterangan kepada awak media di Banjarbaru, Senin (08/06/2026).

Baca Juga :  Pohon Uzur Roboh di Jalan Albasia, Petugas Damkar Banjar Sigap Bersihkan Lokasi

Selain menetapkan tersangka, penyidik juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi untuk melengkapi proses pembuktian. Salah satu lokasi yang digeledah adalah Kantor Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Selatan. Penggeledahan juga dilakukan di dua rumah yang diduga memiliki keterkaitan dengan tersangka.

Dari rangkaian penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita berbagai dokumen dan barang yang diduga berhubungan dengan perkara yang sedang ditangani.

Dalam penyidikan sementara, HPW diduga meminta sejumlah uang kepada pemohon izin usaha pertambangan. Dugaan tersebut muncul setelah penyidik menemukan indikasi adanya permintaan imbalan dalam proses pengurusan perizinan.

Menurut Anggara, pemohon izin yang tidak memenuhi permintaan tersebut diduga mendapat hambatan dalam proses penerbitan izin usaha pertambangan.

“Modus yang ditemukan sementara adalah adanya permintaan sejumlah uang kepada pemohon dengan dugaan ancaman bahwa izin tidak akan terbit apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi,” ujarnya.

Baca Juga :  Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Penyidik memperkirakan jumlah uang yang diduga diterima tersangka mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Nilai tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring perkembangan penyidikan.

Selain dokumen, penyidik juga mengamankan sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Beberapa di antaranya berupa kendaraan dan perhiasan yang kini tengah didalami asal-usul kepemilikannya.

HPW sendiri diamankan penyidik pada hari yang sama di lingkungan Kantor Dinas ESDM Kalsel. Hingga kini, tersangka masih menjalani pemeriksaan lanjutan untuk kepentingan penyidikan.

Kejaksaan menegaskan perkara tersebut belum berhenti pada penetapan satu tersangka. Penyidik masih membuka kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat berdasarkan hasil pengembangan dari barang bukti dan keterangan yang telah diperoleh.

“Kami akan terus mendalami perkara ini dan mengembangkan penyidikan sesuai fakta-fakta yang ditemukan di lapangan,” tutup Anggara.

Berita Terkait

KAKI Desak Kejati Kalsel Tuntaskan Mafia Tanah HSS, Dugaan Penyimpangan Sejumlah Proyek Ikut Disorot
Persaingan Panas Berakhir! Angkatan 24 Keluar sebagai Juara Umum POH HIMALOGIKAN 2026
Persaingan Sengit di Futsal POH HIMALOGIKAN 2026, Angkatan 23 Keluar sebagai Juara
Profesor ULM Ingatkan Ancaman Super El Niño, Panas Ekstrem hingga Krisis Pangan Jadi Sorotan
Akt 24 Sapu Bersih Skor 3-0, Rebut Gelar Juara Mobile Legends POH HIMALOGIKAN 2026
Lapangan Jadi Saksi! Empat Tim Angkatan Siap Bertarung di Futsal POH HIMALOGIKAN 2026
Lima Tim Bersaing dalam Pertandingan Mobile Legends POH HIMALOGIKAN 2026
Respons Cepat Kebocoran Pipa Banjarbakula, PTAM Intan Banjar Andalkan Air Irigasi Riam Kanan Jaga Pasokan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:37 WITA

KAKI Desak Kejati Kalsel Tuntaskan Mafia Tanah HSS, Dugaan Penyimpangan Sejumlah Proyek Ikut Disorot

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WITA

Persaingan Panas Berakhir! Angkatan 24 Keluar sebagai Juara Umum POH HIMALOGIKAN 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Persaingan Sengit di Futsal POH HIMALOGIKAN 2026, Angkatan 23 Keluar sebagai Juara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:38 WITA

Profesor ULM Ingatkan Ancaman Super El Niño, Panas Ekstrem hingga Krisis Pangan Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:05 WITA

Akt 24 Sapu Bersih Skor 3-0, Rebut Gelar Juara Mobile Legends POH HIMALOGIKAN 2026

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA