pro1.id, BANJARBARU – Sebanyak 500 personel Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Tahun Anggaran 2026 resmi ditetapkan setelah menyelesaikan pendidikan dasar militer selama dua bulan. Penetapan tersebut dilaksanakan melalui upacara di Lapangan Lambung Mangkurat, Rindam XXII/Tambun Bungai, Kamis (29/10/2026).
Sekretaris Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Mayor Jenderal TNI (Mar) Freddy Ardianzah, mengatakan para peserta telah menjalani berbagai materi pendidikan untuk membentuk karakter, mental, dan kemampuan dasar sebagai prajurit.

Dari total 500 personel yang ditetapkan, sebanyak 475 orang merupakan laki-laki dan 25 orang perempuan. Pendidikan yang dijalani tidak hanya berkaitan dengan peraturan baris-berbaris, tetapi juga mencakup pembentukan kedisiplinan, mentalitas, militansi, serta kemampuan bertahan dalam berbagai situasi.
“Alhamdulillah sudah terlaksana, mereka telah menjalani pendidikan latihan dasar militer selama dua bulan dengan berbagai materi yang tidak hanya melulu peraturan baris-berbaris,” ujar Freddy.

Ia menjelaskan, pendidikan dasar militer menjadi salah satu tahapan untuk membentuk karakter dan kesiapan peserta dalam menjalankan peran sebagai komponen cadangan pertahanan negara.
“Tapi di sini adalah salah satu wujud pembentukan karakter, kemudian mental, titik mental dan naluri sebagai seorang prajurit,” lanjutnya.


Freddy menambahkan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kedisiplinan, militansi, dan teknik-teknik dasar keprajuritan. Setelah ditetapkan, mereka diharapkan siap memperkuat pertahanan negara apabila dibutuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang diharapkan nantinya mereka setelah penetapan dan penyumpahan ini, mereka siap menjadi komponen cadangan, siap memperkuat dan memperbesar kekuatan pertahanan negara Indonesia,” katanya.
Selain penetapan Komcad Matra Darat, Freddy menyampaikan rencana pendidikan Komcad bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada awal November 2026.
Menurutnya, pembentukan Komcad ASN merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang dilaksanakan secara bertahap. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran masing-masing pemerintah daerah.

Dalam keterangannya, Freddy juga mengungkapkan bahwa peserta Komcad berasal dari latar belakang pekerjaan yang beragam. Sekitar 400 peserta telah bekerja, sedangkan sisanya belum bekerja. Adapun pengelompokan kepangkatan peserta, mulai dari perwira, bintara, hingga tamtama, disesuaikan dengan latar belakang pendidikan.
Salah seorang peserta Komcad, Antonius, berasal dari Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Ia merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan yang mengikuti pendidikan Komcad sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan kemampuan dasar bela negara.
Antonius menjelaskan, keikutsertaannya berawal dari keinginan pribadi dan juga berkaitan dengan permintaan dari instansinya. Setelah menyelesaikan pendidikan dan ditetapkan sebagai Komcad, ia tetap menjalankan tugas serta statusnya sebagai ASN.
“Setelah ini kami kembali statusnya menjadi sipil, yang swasta kembali ke swasta, yang ASN kembali ke ASN,” ujar Antonius.

Selama menjalani pendidikan, ia mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar bela negara, termasuk nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta penerapan peraturan dan disiplin militer.
“Yang pertama yaitu kita juga selalu dididik untuk bela negara, yaitu dengan dasar Pancasila, kemudian UUD 1945, dan juga yang pasti kita harus mengikuti peraturan dan disiplin militer,” katanya.
Antonius juga menjelaskan bahwa pengaktifan sebagai Komcad berkaitan dengan mobilisasi sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, dalam kesehariannya, ia tetap menjalankan pekerjaan sebagai ASN di Pemerintah Kabupaten Barito Selatan.
“Kalau uang saku itu selama pendidikan, kemudian kalau gaji aktif itu setelah kita dimobilisasi. Jadi saat dipanggil itu baru ada dan diaktifkan,” jelasnya.

Penetapan 500 personel Komcad Matra Darat tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dasar militer dan pemahaman bela negara. Para personel diharapkan tetap menjalankan peran masing-masing dalam kehidupan sipil sekaligus siap menjalankan kewajiban sebagai komponen cadangan apabila dibutuhkan sesuai peraturan.















