pro1.id, PENAJAM – Irama tabuhan gendang menggema di halaman Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, Senin (3/11/2025). Dalam suasana sakral dengan aroma dupa dan busana adat yang memikat, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor melangkah menuju panggung kehormatan untuk membuka Festival Belian Adat Paser Nondoi 2025.

Festival ini menjadi penyelenggaraan pertama di bawah kepemimpinan Bupati Mudyat Noor, menandai semangat baru dalam pelestarian kebudayaan di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sebagian wilayahnya berada di Kabupaten PPU.
Belian Nondoi sendiri merupakan ritual adat masyarakat Paser yang sarat makna spiritual—sebuah doa kolektif kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai ungkapan syukur serta bentuk penghormatan terhadap alam dan leluhur. Tradisi ini berasal dari komunitas adat di Kelurahan Sepan dan pertama kali digelar pada tahun 2007. Sejak diperkenalkan ke tingkat kabupaten pada 2014, Belian Nondoi berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang dinanti masyarakat.
Tahun ini, festival mengusung tema “Jakit Aso Erai Siret, Dalai Aso Erai Urai”, yang berarti Satu Ikatan Sebangsa dan Satu Tanah Air. Tema ini mencerminkan semangat persaudaraan dan gotong royong di tengah keberagaman masyarakat Paser.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan parade budaya yang menampilkan perwakilan OPD, sanggar seni, dan paguyuban daerah. Jalanan menuju lokasi acara semarak oleh warna-warni busana adat, irama musik tradisional, dan tari-tarian etnik yang menggambarkan kekayaan budaya Paser.
Suasana kemudian menjadi khidmat ketika dilaksanakan prosesi adat Notok Towu, yaitu penobatan Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD PPU sebagai warga kehormatan masyarakat adat Paser. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) dan Ketua Umum DPP LAP, disaksikan ribuan warga dan tamu undangan.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan tebu dan penyerahan kelapa dari tamu kehormatan kepada Sultan Paser Aji Muhammad Jarnawi (Sultan Muhammad Alamsyah III), Ketua Umum DPP LAP, dan Ketua DPD LAP PPU sebagai simbol keseimbangan, kesucian, dan harmoni antara manusia dan alam.
Ketua LAP PPU, Musa, menjelaskan bahwa falsafah Jakit Aso Erai Siret, Dalai Aso Erai Urai telah lama menjadi pedoman hidup masyarakat adat Paser.
“Nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan gotong royong ini adalah fondasi budaya Paser. Belian Nondoi adalah warisan luhur yang harus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Ia berharap festival ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerahnya, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Mudyat Noor menegaskan bahwa kebudayaan adalah bagian penting dari pembangunan berkelanjutan, terutama di tengah dinamika pembangunan IKN.
“Melalui Festival Belian Adat Paser Nondoi, mari kita rawat budaya lokal sebagai jati diri bangsa. Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi kekuatan moral untuk menatap masa depan,” ujarnya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku adat, seniman, dan masyarakat yang turut melestarikan tradisi Belian Nondoi.
“Festival ini harus menjadi ruang belajar bagi generasi muda agar terus bangga dan mencintai budayanya sendiri,” tambahnya.
Sebagai simbol penyucian diri, dilakukan pemasangan Gitang dan Tipong Tawar kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD oleh Mulung Suwis Santoso. Suara gendang yang kemudian ditabuh bersama oleh para pemimpin daerah, tokoh adat, perwakilan IKN, dan Sultan Paser menandai puncak acara penuh makna — simbol persatuan dan doa agar budaya Paser terus hidup di tengah modernisasi.
Festival Belian Adat Paser Nondoi 2025 tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga manifestasi cinta tanah air dan pengingat bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan jiwa dan identitas budaya.
Dengan semangat Benuo Taka, Gerbang Nusantara, Pemerintah Kabupaten PPU berharap festival ini menjadi agenda tahunan yang tak hanya menghidupkan tradisi leluhur, tetapi juga membuka peluang baru bagi wisata budaya dan ekonomi kreatif daerah.









