Panen Perdana Ikan Papuyu di Lok Baintan Luar, DKPP Banjar Dorong Transformasi Budidaya ke Kolam Bundar

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 11:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Kelompok pembudidaya ikan di Jalan Pantai Surung, Desa Lok Baintan Luar, Kabupaten Banjar, melaksanakan panen perdana ikan papuyu hasil budidaya kolam bundar, Senin (8/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan inovasi budidaya perikanan lokal yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar yaitu Intan Sikapayu (Inovasi Tangguh Sinergi Kampung Ikan Papuyu), yang dikembangkan dari program sebelumnya, Gerbang Kakapayu.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan budidaya ikan papuyu melalui kolam bundar merupakan pengembangan dari inovasi Intan Sikapayu atau Inovasi Tangguh Sinergis Kampung Ikan Papuyu. Program tersebut bertujuan mengangkat potensi ikan lokal yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi di masyarakat.

Menurutnya, Desa Lok Baintan Luar menjadi salah satu desa percontohan yang menerapkan transformasi budidaya dari kolam tanah menuju kolam bundar. Model tersebut dinilai lebih efisien dan dapat diterapkan oleh masyarakat dengan lahan terbatas.

“Ini merupakan transformasi dari kolam tanah ke kolam bundar. Budidaya model ini bisa diterapkan pada skala rumah tangga dengan halaman yang tidak terlalu luas serta biaya yang relatif lebih terjangkau,” ujar Bandi.

Selain efisien, kolam bundar juga dianggap lebih adaptif terhadap perubahan kondisi cuaca. Sistem tersebut dinilai mampu meminimalkan risiko kegagalan budidaya akibat banjir maupun kekeringan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  255 Hewan Ternak Disiapkan untuk Dapur Umum Menyambut 5 Rajab di Banjar

“Kolam bundar ini menjadi salah satu solusi untuk memitigasi risiko bencana seperti banjir dan kekeringan. Pengelolaan air lebih mudah dan kebutuhan air juga tidak terlalu besar,” tambahnya.

Bandi menjelaskan, program Intan Sikapayu saat ini telah direplikasi di sejumlah desa lain di Kabupaten Banjar. Tercatat ada sekitar 10 desa yang mengikuti pengembangan program tersebut, sementara Lok Baintan Luar menjadi salah satu lokasi yang menerapkan model kolam bundar secara intensif.

Pada panen perdana ini, hasil yang diperoleh diperkirakan mencapai 200 hingga 300 kilogram ikan papuyu. Menurut Bandi, capaian tersebut cukup baik mengingat budidaya baru berjalan sekitar tujuh bulan dan masih berada pada tahap adaptasi teknologi.

“Untuk panen perdana ini diperkirakan mencapai sekitar 200 sampai 300 kilogram. Ini merupakan hasil yang cukup baik karena proses transformasi dari kolam tanah ke kolam bundar memang memiliki tantangan tersendiri,” katanya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Komisi II DPRD Kabupaten Banjar. Anggota Komisi II, M. Zaini, berharap hasil panen tidak hanya dijual untuk konsumsi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai indukan dan sumber benih guna menjaga keberlanjutan budidaya.

Baca Juga :  BPBD Banjar Bantu Warga Terdampak Angin Kencang di Dua Kecamatan

“Harapan kami setelah dipanen sebagian bisa dijadikan indukan atau bibit agar budidaya ini terus berlanjut dan berkembang. Jangan sampai berhenti hanya pada panen pertama saja,” ujarnya.

Ia menilai ikan papuyu memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan daerah karena memiliki cita rasa khas yang berbeda dibandingkan ikan sejenis dari daerah lain.

Sementara itu, pembudidaya ikan papuyu setempat, Aidi Rahman, mengaku sempat menghadapi sejumlah kendala selama proses budidaya, terutama saat perubahan cuaca yang memicu munculnya penyakit pada ikan. Namun berkat pendampingan dan bantuan obat-obatan dari DKPP Banjar, kendala tersebut dapat diatasi.

“Kesulitannya waktu cuaca berubah-ubah, kadang hujan kemudian panas. Ada beberapa ikan yang terserang penyakit, tetapi Alhamdulillah mendapat pendampingan dan bantuan dari dinas sehingga bisa ditangani,” katanya.

Aidi menambahkan, hasil panen perdana tersebut rencananya akan kembali diputar untuk pengembangan usaha budidaya, termasuk pengadaan bibit agar produksi ikan papuyu terus meningkat pada masa mendatang.

“Hasil panen ini insya Allah akan kami gunakan kembali untuk pengembangan budidaya dan penambahan bibit agar hasilnya bisa lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Warga Gambut Heboh Minta Bantuan Tangkap Kuyang, DPKP Banjar Beri Penjelasan dan Imbauan
Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit
Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
BPBD Banjar Perkuat Kolaborasi CSR Hadapi Bencana Masif Melalui Rapat Koordinasi Stakeholder
Proses Tetap Berlanjut, Polres Banjar Buka Suara Soal Dugaan Pengeroyokan Dua Anak di Martapura, Penyidikan Terkendala Alat Bukti
Tujuh Bulan Bergulir, Keluarga Korban Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Martapura Pertanyakan Kejelasan Penanganan Kasus
Audisi Nanang Galuh Banjar 2026 Dibuka, Peserta Didorong Jadi Duta Edukasi dan Pariwisata
Komisi II DPRD Banjar M Zaini Dorong Hasil Panen Papuyu Disisihkan untuk Bibit dan Indukan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:33 WITA

Warga Gambut Heboh Minta Bantuan Tangkap Kuyang, DPKP Banjar Beri Penjelasan dan Imbauan

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:17 WITA

Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WITA

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:02 WITA

BPBD Banjar Perkuat Kolaborasi CSR Hadapi Bencana Masif Melalui Rapat Koordinasi Stakeholder

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:46 WITA

Proses Tetap Berlanjut, Polres Banjar Buka Suara Soal Dugaan Pengeroyokan Dua Anak di Martapura, Penyidikan Terkendala Alat Bukti

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit

Jumat, 12 Jun 2026 - 22:17 WITA