Proses Tetap Berlanjut, Polres Banjar Buka Suara Soal Dugaan Pengeroyokan Dua Anak di Martapura, Penyidikan Terkendala Alat Bukti

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Polres Banjar akhirnya memberikan penjelasan terkait perkembangan kasus dugaan pengeroyokan terhadap dua anak di bawah umur berinisial RDN (16) dan JNR (14) yang diduga melibatkan sejumlah oknum anggota kepolisian di Martapura.

Penjelasan tersebut disampaikan setelah pihak keluarga korban mempertanyakan lambatnya penanganan kasus yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Polisi menegaskan bahwa perkara tersebut tidak mandek maupun dihentikan, melainkan masih dalam proses penyidikan dengan kendala utama berupa minimnya alat bukti yang dapat mengungkap peristiwa secara terang.

Kanit PPA Polres Banjar, Ipda Ibnu Ismanto, mengatakan pihaknya tetap menjalankan seluruh tahapan penyidikan sesuai prosedur yang berlaku. Namun hingga saat ini, penyidik masih kesulitan memperoleh alat bukti yang cukup kuat untuk memperjelas dugaan tindak pidana yang dilaporkan.

“Perkara ini tetap berjalan sesuai aturan yang ada. Namun memang kami mengalami kesulitan dalam mencari alat bukti yang bisa membuat perkara ini menjadi lebih terang,” ujarnya, Selasa (9/6/2026) di ruang Kanit PPA Polres Banjar.

Menurutnya, penyidik telah melakukan berbagai langkah, mulai dari memeriksa korban, sejumlah saksi, hingga meminta keterangan ahli. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap ahli forensik dari Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, ahli psikologi, dokter yang melakukan visum terhadap korban, hingga ahli pidana.

Baca Juga :  Peringatan Natal 2025, Delapan Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Dapat Remisi

Selain itu, sekitar sembilan hingga sepuluh anggota kepolisian yang berada di lokasi saat kejadian juga telah dimintai keterangan. Polisi menyebut kehadiran anggota di lokasi bermula dari laporan masyarakat terkait adanya sekelompok pemuda yang diduga sedang mengonsumsi minuman keras di kawasan tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, anggota datang ke lokasi karena menindaklanjuti informasi masyarakat. Saat tiba di sana, orang-orang yang dilaporkan sudah tidak berada di tempat,” jelasnya. 

Terkait dugaan kekerasan yang dialami korban, penyidik juga telah mendalami hasil pemeriksaan medis. Berdasarkan keterangan dokter forensik, luka yang ditemukan pada tubuh korban diduga lebih mengarah akibat benturan dengan benda keras seperti permukaan jalan atau aspal.

Polisi juga mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan, korban mengaku sempat terjatuh dari sepeda motor. Saat itu, korban disebut dibantu berdiri oleh anggota yang berada di lokasi dengan cara menarik bagian pakaiannya.

“Dari hasil forensik, luka yang ditemukan kemungkinan besar akibat bersentuhan dengan benda keras seperti aspal. Namun dokter tidak menyimpulkan secara spesifik penyebab luka tersebut,” katanya.

Ipda Ibnu mengakui penyidik saat ini menghadapi kendala besar karena minimnya saksi yang melihat langsung kejadian serta tidak adanya rekaman CCTV yang dapat membantu mengungkap peristiwa secara objektif. Kondisi lokasi yang sepi dan minim penerangan juga menjadi faktor yang menyulitkan proses penyidikan.

Baca Juga :  Pemuda Asal Banjarmasin Tenggelam di Sungai Martapura, Ditemukan Tak Bernyawa

Polres Banjar juga mengaku telah berkomunikasi dengan pihak pendamping hukum korban untuk meminta masukan terkait proses penyidikan yang telah dilakukan. Penyidik membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan agar dapat membantu mengungkap kasus tersebut.

“Kami terbuka terhadap segala informasi yang bisa memperjelas perkara ini. Jika ada masyarakat yang mengetahui kejadian secara langsung, silakan menyampaikan kepada penyidik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa apabila nantinya alat bukti tetap tidak terpenuhi, perkara akan terlebih dahulu digelar bersama pengawas internal maupun pihak eksternal untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan dan sesuai ketentuan hukum.

Meski demikian, penyidik menegaskan bahwa penghentian perkara bukan berarti kasus selesai sepenuhnya. Apabila di kemudian hari ditemukan bukti baru yang dapat memperkuat dugaan tindak pidana, maka proses hukum dapat kembali dilanjutkan.

“Yang perlu kami tegaskan, perkara ini tidak dihentikan dan tidak dibiarkan. Penyidikan tetap berjalan, namun memang terkendala pada pemenuhan alat bukti yang cukup untuk membuat kasus ini menjadi terang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Warga Gambut Heboh Minta Bantuan Tangkap Kuyang, DPKP Banjar Beri Penjelasan dan Imbauan
Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit
Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
BPBD Banjar Perkuat Kolaborasi CSR Hadapi Bencana Masif Melalui Rapat Koordinasi Stakeholder
Tujuh Bulan Bergulir, Keluarga Korban Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Martapura Pertanyakan Kejelasan Penanganan Kasus
Audisi Nanang Galuh Banjar 2026 Dibuka, Peserta Didorong Jadi Duta Edukasi dan Pariwisata
Komisi II DPRD Banjar M Zaini Dorong Hasil Panen Papuyu Disisihkan untuk Bibit dan Indukan
Panen Perdana Ikan Papuyu di Lok Baintan Luar, DKPP Banjar Dorong Transformasi Budidaya ke Kolam Bundar

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:33 WITA

Warga Gambut Heboh Minta Bantuan Tangkap Kuyang, DPKP Banjar Beri Penjelasan dan Imbauan

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:17 WITA

Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WITA

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:02 WITA

BPBD Banjar Perkuat Kolaborasi CSR Hadapi Bencana Masif Melalui Rapat Koordinasi Stakeholder

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:46 WITA

Proses Tetap Berlanjut, Polres Banjar Buka Suara Soal Dugaan Pengeroyokan Dua Anak di Martapura, Penyidikan Terkendala Alat Bukti

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit

Jumat, 12 Jun 2026 - 22:17 WITA