pro1,Banjarbaru- Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC), salah satu penyakit menular yang masih menjadi tantangan nasional. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan evaluasi Tim Penanggulangan TBC yang dilaksanakan di lantai satu Kantor Pemerintah Kabupaten Banjar.

Penjabat Sekretaris Daerah Banjar, Ikhwansyah, menyampaikan bahwa TBC tetap menjadi masalah serius di tingkat pusat maupun daerah.
“Kasus TB paru masih menjadi masalah nasional. Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kabupaten Banjar sudah melakukan langkah-langkah evaluasi untuk merumuskan tindakan nyata di lapangan. Harapan kami, pertemuan ini bukan hanya sekadar rapat, tetapi melahirkan rencana aksi untuk menurunkan prevalensi TBC di Banjar,” ujarnya saat ditemui di Hotel Roditha, Selasa (18/11/2025).
Ikhwansyah menegaskan bahwa upaya penanggulangan TBC memerlukan kerja bersama lintas sektor.
“Semua pihak harus bergerak bersama menekan kasus TBC secara bertahap,” katanya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Noripansyah, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah membentuk Tim Penanggulangan TBC yang beranggotakan berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
“Tim ini terdiri dari banyak unsur, mulai dari RSUD Ratu Zalecha, Bekantan TB sebagai organisasi pendukung, bagian hukum, Bappeda hingga BPKPAD. Semua bergerak bersama mempercepat upaya eliminasi TBC di Kabupaten Banjar,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa strategi tengah disiapkan, termasuk rencana pengadaan mobile TB pada 2026 serta penambahan alat kesehatan untuk meningkatkan pemeriksaan TBC.
“Kabupaten Banjar ini wilayahnya luas, dari Aluh-aluh sampai Paramasan. Karakteristiknya berbeda-beda, jadi kita tidak memilah wilayah. Semua harus mendapatkan pelayanan yang sama,” jelasnya.
Noripansyah juga memastikan bahwa ketersediaan obat TBC masih sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat sebagai bagian dari program nasional penanggulangan TBC.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjar, Marzuki, memaparkan bahwa target pemeriksaan terduga TBC pada 2025 mencapai 9.983 orang.
“Sampai Oktober, kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 7.628 orang atau sekitar 70 persen dari target,” terangnya.
Dari jumlah tersebut, ditemukan 908 kasus positif TBC di Kabupaten Banjar sepanjang 2025. Meski angkanya masih tinggi, Marzuki menyebutkan terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Baik dari jumlah pemeriksaan terduga maupun penemuan kasus, tahun 2025 ini ada penurunan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa estimasi jumlah terduga TBC berasal dari Kementerian Kesehatan berdasarkan hasil survei Riskesdas, dengan data yang ditarik per Oktober 2025.
Marzuki menegaskan pentingnya edukasi yang terus-menerus agar masyarakat lebih waspada terhadap gejala TBC.
“Harapan kami, petugas kesehatan terus memaksimalkan edukasi. Kepada masyarakat, apabila mengalami batuk dua minggu, keringat malam, atau penurunan berat badan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat,” pesannya.
Dengan berbagai langkah percepatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar optimistis dapat mendukung tercapainya target eliminasi TBC nasional pada 2030, termasuk di wilayah Kabupaten Banjar.









