Wawali Serukan Penguatan Citra Amparan Tatak sebagai Kuliner Khas Samarinda

- Penulis

Kamis, 20 November 2025 - 19:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wawali Samarinda, Saefuddin Zuhri cicipi amparan tatak (Foto : Diskominfo Samarinda)

Wawali Samarinda, Saefuddin Zuhri cicipi amparan tatak (Foto : Diskominfo Samarinda)

pro1.id, SAMARINDA – Komunitas Sumbu Tengah kembali menyelenggarakan agenda rutin “Sumbu Tengah Edisi ke-8”, yang kali ini mengangkat tema kuliner dan budaya lokal. Acara berlangsung di Ruang Mancong, Lantai 2 Hotel Mesra Samarinda, Selasa (18/11/2025), dan dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri.

Rusdi, pendiri Komunitas Sumbu Tengah, menjelaskan bahwa komunitas ini dibentuk untuk meningkatkan literasi publik melalui forum diskusi. Menurutnya, ide kegiatan lahir dari percakapan sehari-hari—mulai dari chat, warung kopi, kantin sekolah, hingga perpustakaan yang kemudian dikembangkan menjadi dialog publik yang lebih luas.

“Memasuki edisi kedelapan, Sumbu Tengah tetap menjadi ruang bagi munculnya gagasan besar dari obrolan kecil,” kata Rusdi.

Tema kuliner pada kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penetapan Amparan Tatak sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Muhammad Sarif, penulis naskah, menyampaikan kepada Wawali bahwa kegiatan ini penting karena masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai kuliner khas daerah. Peserta diajak untuk mengenal, mencicipi, dan mempelajari pembuatan Amparan Tatak dari maestro yang telah menekuni kuliner ini selama lebih dari 50 tahun.

Baca Juga :  Wali Kota Samarinda Andi Harun Tekankan Peran Politik Hukum dalam Pembangunan dan Penegakan Hukum

Wawali Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berterima kasih kepada Hotel Mesra Internasional yang menyediakan tempat secara gratis. Ia menekankan pentingnya pelisensian Amparan Tatak agar kuliner khas Samarinda tidak diklaim pihak luar.

“Amparan Tatak merupakan warisan yang harus dijaga. Kita perlu memastikan kuliner ini tetap otentik dan dikenal luas,” ujarnya.

Ia mendorong kolaborasi antara pelaku kuliner, komunitas, dan pemerintah untuk menjaga keaslian sekaligus memperluas promosi.

“Potensi Amparan Tatak sangat besar karena Samarinda adalah kota transit yang ramai dilalui masyarakat dari Balikpapan menuju Kutai Kartanegara dan daerah lainnya. Keramaian di pusat-pusat publik, seperti Citra Niaga, bisa menjadi momentum untuk memperkenalkan kuliner ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Warga Cemas, Pohon Raksasa di Depan Warung Hampir Tumbang

Wawali juga menekankan agar Amparan Tatak diproduksi tanpa bahan kimia dan mengajak pengembangan varian kreatif agar lebih diminati masyarakat luas.

“Pemerintah Kota Samarinda memastikan dukungan terhadap pelestarian kuliner lokal, tidak hanya Amparan Tatak tetapi juga lemang, amplang, dan makanan khas lainnya,” tegas Saefuddin.

Ia mengapresiasi peran Komunitas Sumbu Tengah dalam membangkitkan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional.

“Pemkot mendorong kerja sama antara pemerintah, pelaku kreatif, dan komunitas untuk mengembangkan kuliner sebagai peluang ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan, Dinas Pariwisata dan para kreator akan dilibatkan agar pelestarian dan promosi kuliner daerah semakin terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Sumber : Diskominfo Samarinda)

Berita Terkait

Pemprov Kaltim Ambil Alih Pengelolaan Mall Lembuswana, Siapkan Revitalisasi Kawasan
Pelatihan Teater Taman Budaya Kaltim Cetak Bibit Seniman Muda di Samarinda
Respons Aspirasi Warga, Gubernur Kaltim Tinjau Jembatan Mahulu dan Pastikan Kondisinya Aman
Pemprov Kaltim Jelaskan Alasan Lampu Stadion Palaran Dipindah ke Segiri Demi Penuhi Standar AFC
LPKSM Borneo Kalimantan Minta Pemulihan Kelistrikan Kaltim Dipercepat, Tegaskan Gangguan Bukan Dipicu B50
Wings Air Siapkan Penerbangan Perdana Samarinda–Melak, Perjalanan Kutai Barat Kini Hanya 45 Menit
Grand Qin Hotel Banjarbaru Luncurkan “Sahabat Vol. 2”, Sajian Kebersamaan dengan Cita Rasa Nusantara
Temulawak Sani, Warisan Herbal 50 Tahun yang Laris Manis Saat Ramadan

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:45 WITA

Pemprov Kaltim Ambil Alih Pengelolaan Mall Lembuswana, Siapkan Revitalisasi Kawasan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:39 WITA

Pelatihan Teater Taman Budaya Kaltim Cetak Bibit Seniman Muda di Samarinda

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:47 WITA

Respons Aspirasi Warga, Gubernur Kaltim Tinjau Jembatan Mahulu dan Pastikan Kondisinya Aman

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:01 WITA

Pemprov Kaltim Jelaskan Alasan Lampu Stadion Palaran Dipindah ke Segiri Demi Penuhi Standar AFC

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:03 WITA

LPKSM Borneo Kalimantan Minta Pemulihan Kelistrikan Kaltim Dipercepat, Tegaskan Gangguan Bukan Dipicu B50

Berita Terbaru