pro1.id, MARTAPURA – Memasuki hari kedua, pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar di Kecamatan Gambut difokuskan pada simulasi lapangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (29/04/2026).
Sebanyak 50 relawan dari Kelurahan Gambut terlibat langsung dalam praktik pemadaman api di halaman SMK Gema Kalimantan. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga menguji kemampuan teknis menggunakan berbagai metode dan peralatan.
Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Wasis Nugraha, menjelaskan bahwa simulasi menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan relawan saat menghadapi kondisi nyata di lapangan.
“Di hari kedua ini kita lakukan simulasi pemadaman karhutla. Peserta langsung mempraktikkan teknik pemadaman, baik menggunakan alat manual maupun peralatan lainnya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan simulasi, BPBD turut menghadirkan pemateri dari Manggala Agni Kalimantan Selatan untuk memberikan pembekalan teknis yang lebih mendalam.
Menurut Wasis, Kecamatan Gambut menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki potensi kerawanan karhutla, terutama saat musim kemarau.
“Relawan ini diharapkan bisa menjadi ujung tombak, mulai dari deteksi dini hingga penanganan awal sebelum api meluas,” katanya.
Selain itu, BPBD Banjar juga terus mengoptimalkan peralatan yang ada serta mendorong dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat sarana penanggulangan bencana.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Sahrudin, mengaku kegiatan ini sangat membantu meningkatkan keterampilan relawan di lapangan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama saat praktik langsung. Jadi kami lebih siap kalau terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Dengan pelatihan ini, diharapkan relawan memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di wilayah rawan seperti Kecamatan Gambut.









