Babeh Aldo Desak Penindakan Dugaan Penimbunan Solar: Sopir Antre Berhari-hari, Distribusi Dinilai Bermasalah

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Kelangkaan Bio Solar kembali memicu keluhan para sopir angkutan di Kalimantan Selatan. Aktivis Babeh Aldo turut angkat bicara dan meminta aparat segera menindak dugaan praktik penimbunan BBM subsidi yang disebut merugikan masyarakat kecil.

Dalam aksi yang digelar bersama sopir logistik, Babeh Aldo menilai persoalan utama bukan pada kurangnya kuota BBM subsidi, melainkan distribusi yang diduga tidak tepat sasaran.

“Solar sebenarnya ada, tapi di lapangan sopir justru kesulitan mendapatkannya. Ini yang harus dibenahi,” ujarnya.

Baca Juga :  Empat Wilayah di Kalsel Masih Tergenang Banjir, Kurau Tanah Laut Jadi Fokus Penanganan

Ia menduga sebagian Bio Solar subsidi dialihkan untuk kepentingan industri karena adanya selisih harga yang cukup jauh dibanding bahan bakar non subsidi. Kondisi tersebut, menurutnya, membuka peluang terjadinya praktik penyalahgunaan distribusi.

Babeh Aldo juga menyinggung adanya dugaan gudang penimbunan solar di beberapa kawasan seperti Banjarbaru dan Sungai Tabuk. Karena itu, ia meminta Polda Kalimantan Selatan melakukan pengawasan dan penindakan secara serius.

“Kami berharap aparat bisa turun langsung mengecek dugaan lokasi penimbunan yang selama ini dikeluhkan sopir,” katanya.

Baca Juga :  Cakupan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Banjar Capai 51,4 Persen, SPPG Terbanyak di Kecamatan Martapura

Akibat kelangkaan tersebut, banyak sopir disebut harus mengantre hingga dua sampai tiga hari di SPBU. Dampaknya tidak hanya dirasakan para pengemudi, tetapi juga memengaruhi distribusi barang dan harga kebutuhan pokok.

“Kalau distribusi logistik terganggu, tentu harga barang ikut naik. Yang terdampak akhirnya masyarakat juga,” tambahnya.

Melalui aksi itu, para sopir meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memastikan BBM subsidi benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat kecil, bukan disalahgunakan pihak tertentu.

Berita Terkait

Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi, Banjir Pasokan Telur dari Jawa Diduga Picu Anjloknya Harga di Tingkat Peternak
Diserbu Pasokan Telur dari Jawa, Pinsar Kalsel Minta Pemerintah Lindungi Peternak Lokal
Pinsar Kalsel Khawatir Peternak Rakyat Gulung Tikar, Desak Pemerintah Stabilkan Harga Telur Ayam Ras
Kalsel Surplus Telur dan Daging Ayam, Pasok Kebutuhan Kalteng hingga Kaltim
Harga Telur Ayam Ras Anjlok, Peternak Kalsel Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret
Polda Kalsel Beberkan Hasil Operasi Besar: 211 Tersangka Diciduk dalam 153 Kasus
Peringati HANI 2026, IPWL YPR Kobra Kalsel Gelar Jalan Santai, Lomba Pungut Sampah dan Deklarasi Perang Melawan Narkoba
Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat di Polda Kalsel, Deretan Kapolres Ikut Bergeser

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:23 WITA

Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi, Banjir Pasokan Telur dari Jawa Diduga Picu Anjloknya Harga di Tingkat Peternak

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:51 WITA

Diserbu Pasokan Telur dari Jawa, Pinsar Kalsel Minta Pemerintah Lindungi Peternak Lokal

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:44 WITA

Pinsar Kalsel Khawatir Peternak Rakyat Gulung Tikar, Desak Pemerintah Stabilkan Harga Telur Ayam Ras

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:32 WITA

Kalsel Surplus Telur dan Daging Ayam, Pasok Kebutuhan Kalteng hingga Kaltim

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:27 WITA

Harga Telur Ayam Ras Anjlok, Peternak Kalsel Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret

Berita Terbaru

Kota Banjarbaru

Hadapi Ancaman El Nino, Ditjen PKH Perkuat Kesiapan Sektor Peternakan

Sabtu, 4 Jul 2026 - 09:46 WITA