Wali Kota Banjarbaru Minta Kasus Dugaan Perundungan Siswa Diselesaikan dengan Pendampingan Korban

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 13:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby meminta penanganan kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa salah satu sekolah di Banjarbaru dilakukan dengan mengutamakan pendampingan terhadap korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Menurut Erna Lisa, kasus tersebut sebelumnya sudah lebih dulu ditindaklanjuti pihak kepolisian dan orang tua korban juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kapolres sudah lebih awal menindaklanjuti persoalan ini dan orang tua korban juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah daerah turut melakukan pendampingan dan mediasi terhadap kedua belah pihak agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik tanpa mengabaikan kondisi psikologis anak.

Baca Juga :  Pemko Banjarbaru Kumpulkan Donasi Rp80 Juta untuk Korban Banjir di Sumatera

“Intinya kami fokus kepada korban supaya anak tidak menjadi trauma. Karena itu perlu pendampingan dan mediasi dari pemerintah bersama SKPD terkait,” katanya.

Erna Lisa juga menekankan pentingnya pengawasan dari pihak sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.

“Sekolah tentu harus terus melakukan pengawasan supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Polres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda menyampaikan pihak kepolisian telah menerima laporan terkait dugaan perundungan tersebut dan saat ini masih melakukan proses penyelidikan.

Baca Juga :  Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa

“Kami sudah menerima laporan dan melakukan langkah penyelidikan maupun penyidikan,” ujarnya.

Namun demikian, polisi tetap membuka ruang mediasi bagi kedua belah pihak agar persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Selama kurang lebih tiga bulan ini kami memberikan ruang mediasi. Tetapi sampai sekarang masih deadlock, sehingga pemerintah daerah juga turut dilibatkan untuk membantu mencarikan solusi,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, pihaknya berencana kembali mempertemukan para pihak untuk melanjutkan proses mediasi dengan harapan ditemukan penyelesaian terbaik.

Berita Terkait

Kodim 1006/Banjar dan Yonif 623/BWU Turut Tangani Karhutla di Banjarbaru, Ketersediaan Air Jadi Tantangan
104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru
Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis Dibangun, Banjarbaru Siapkan Akses dan Pertumbuhan Ekonomi Baru
Diskominfo Banjarbaru Sosialisasikan Perubahan Mekanisme Kerja Sama Publikasi dengan Media
Kabut Asap Karhutla, Pemkot Banjarbaru Ubah Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 09.00 WITA
Kodim 1006/Banjar Bangun Empat Jembatan Garuda di Banjar dan Banjarbaru, Akses Warga Diperkuat
59 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Banjar dan Banjarbaru Rampung, Operasional Ditargetkan Segera Berjalan
Banjarbaru Raih Skor 100,00, Jadi Peringkat Teratas IKADA se-Kanreg VIII

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:56 WITA

Kodim 1006/Banjar dan Yonif 623/BWU Turut Tangani Karhutla di Banjarbaru, Ketersediaan Air Jadi Tantangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:52 WITA

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:47 WITA

Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis Dibangun, Banjarbaru Siapkan Akses dan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:44 WITA

Diskominfo Banjarbaru Sosialisasikan Perubahan Mekanisme Kerja Sama Publikasi dengan Media

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:39 WITA

Kabut Asap Karhutla, Pemkot Banjarbaru Ubah Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 09.00 WITA

Berita Terbaru