pro1.id, BANJARBARU – Minat mahasiswa untuk menekuni bidang Teknologi Hasil Perikanan (THP) di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan perkembangan positif. Pada 2026, jumlah mahasiswa yang masuk Program Studi Teknologi Hasil Perikanan tercatat sebanyak 42 orang, meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya.



Berdasarkan data program studi, jumlah mahasiswa THP ULM pada 2024 tercatat sebanyak 34 orang. Angka tersebut kemudian menjadi 28 orang pada 2025, sebelum kembali meningkat cukup signifikan menjadi 42 orang pada 2026.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan pendidikan di bidang pengolahan dan pemanfaatan hasil perikanan. Terlebih, sektor perikanan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga melalui inovasi pengolahan, peningkatan nilai tambah, keamanan pangan hingga pengembangan produk perikanan.



Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK ULM, Findya Puspitasari, S.Pi., M.Si., Ph.D., mengatakan peningkatan jumlah mahasiswa pada 2026 menjadi hal yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menurutnya, bertambahnya mahasiswa menunjukkan adanya peluang semakin luasnya generasi muda untuk mengenal dan mendalami bidang teknologi hasil perikanan sebagai bagian penting dari pengembangan sektor perikanan di masa mendatang.


“Peningkatan jumlah mahasiswa ini tentu menjadi hal yang positif bagi kami. Ini menunjukkan adanya kepercayaan dan ketertarikan terhadap bidang Teknologi Hasil Perikanan. Harapannya, mahasiswa yang bergabung tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga mampu melihat peluang dan potensi yang ada di sektor perikanan,” ujar Findya.
Program Studi Teknologi Hasil Perikanan sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang dalam pengembangan pendidikan perikanan di ULM. Cikal bakal Fakultas Perikanan ULM telah berdiri sejak 1964, sementara perkembangan kelembagaan bidang teknologi hasil perikanan terus berlangsung hingga kemudian secara resmi menjadi Program Studi Teknologi Hasil Perikanan berdasarkan Surat Keputusan Ditjen Dikti Nomor 228/DIKTI/Kep./1996 tanggal 11 Juli 1996.

Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 163/DIKTI/KEP/2007 tanggal 29 November 2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan tercantum dengan kode S-1 54-244.

Perkembangan tersebut juga diikuti dengan penguatan mutu akademik. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 279/SK/BAN-PT/Ak/S/II/2026, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan pada Program Sarjana ULM memperoleh predikat Akreditasi Baik Sekali. Status tersebut berlaku sejak 24 Februari 2026 hingga 24 Februari 2031.

Findya menyebut capaian akreditasi tersebut menjadi salah satu dorongan bagi program studi untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana meningkatkan jumlah mahasiswa, tetapi juga memastikan mahasiswa memperoleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri perikanan.
“Kita tentu berharap peningkatan jumlah mahasiswa ini diikuti dengan peningkatan kualitas. Kami ingin mahasiswa THP memiliki kompetensi yang kuat, mampu berinovasi dan nantinya dapat berkontribusi dalam pengembangan produk hasil perikanan yang memiliki nilai tambah,” katanya.
Ia juga berharap mahasiswa tidak hanya melihat teknologi hasil perikanan sebagai bidang yang berkaitan dengan pengolahan ikan semata. Lebih jauh, bidang tersebut memiliki ruang yang luas untuk pengembangan inovasi, kewirausahaan, teknologi pangan, diversifikasi produk serta pemanfaatan hasil perikanan secara berkelanjutan.
“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi generasi yang mampu melihat potensi perikanan dari hulu sampai hilir. Jadi bukan hanya bagaimana menghasilkan produk, tetapi bagaimana menciptakan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan jumlah mahasiswa yang kembali meningkat pada 2026 serta penguatan status akreditasi Baik Sekali, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK ULM diharapkan semakin mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan inovatif untuk mendukung kemajuan sektor perikanan, khususnya di Kalimantan Selatan dan Indonesia.










