Kembangkan Kreativitas Siswa, SMPN 1 Kotabaru Ubah Sampah Jadi Karya

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, KOTABARU – Upaya membangun budaya peduli lingkungan terus dilakukan SMPN 1 Kotabaru. Melalui gerakan BAPILAH (Budaya Pilah dan Tanggung Jawab Sampah), sekolah tidak hanya mendorong siswa membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengajak mereka memilah, mengolah, hingga memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Program tersebut dijalankan dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotabaru. Kolaborasi ini diarahkan untuk membentuk kesadaran siswa agar pengelolaan sampah tidak sekadar menjadi kewajiban di sekolah, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMPN 1 Kotabaru, Rudiansyah, mengatakan secara umum siswa telah memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Namun, tantangan berikutnya adalah membangun kebiasaan memilah sampah berdasarkan jenisnya secara konsisten.

“Guru mata pelajaran seni budaya kita libatkan untuk mengarahkan siswa memilih sampah yang bisa digunakan, lalu dibuatkan praktiknya menjadi barang kerajinan,” ujar Rudiansyah, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut sekaligus menjadi cara sekolah mengembangkan kreativitas siswa. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna justru dapat menjadi bahan untuk menghasilkan berbagai karya. Sejumlah hasil kreativitas siswa dari plastik, kertas hingga kulit kerang bahkan telah dipajang di galeri sekolah.

Tidak hanya sampah anorganik, sekolah juga berupaya mengelola sampah organik yang berasal dari sisa makanan dan buah-buahan siswa. Sampah tersebut diolah menjadi pupuk organik maupun pupuk cair yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman di rumah hijau sekolah.

Baca Juga :  Pemkab Kotabaru Ajukan Dua Raperda Baru dalam Rapat Paripurna DPRD

Pengelolaan sampah tersebut juga melibatkan berbagai unsur di lingkungan sekolah. Wali kelas turut berperan dalam mengawasi kebersihan ruang kelas, sekaligus membangun kebiasaan siswa agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

Untuk memperkuat kebiasaan tersebut, SMPN 1 Kotabaru juga menyiapkan kompetisi kebersihan antarkelas. Penilaian tidak hanya melihat kondisi kebersihan ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya memilah dan mengelola sampah.

Baca Juga :  Kelompok KKN Tematik ULM Hadirkan Program ASRI, Edukasi Puluhan Siswa SDN Sumber Baru Peduli Lingkungan

“Rencana kita memanfaatkan lomba kebersihan kelas. Penilaian sampah ini berlangsung hingga bulan September,” jelasnya.

Rudiansyah mengakui, penerapan kebiasaan memilah sampah tidak langsung berjalan sempurna. Pada awalnya masih ditemukan siswa yang mencampurkan berbagai jenis sampah. Namun, melalui pengawasan dan sosialisasi secara berkelanjutan, pihak sekolah mulai melihat perubahan positif.

“Volume sampah di sekolah mulai berkurang,” ungkapnya.

Ia berharap kebiasaan memilah dan mengolah sampah yang dibangun melalui BAPILAH dapat terus melekat pada diri siswa. Tidak hanya diterapkan ketika berada di sekolah, tetapi juga dibawa ke rumah dan lingkungan masyarakat.

Dengan menggabungkan edukasi lingkungan dan pengembangan kreativitas, SMPN 1 Kotabaru berupaya menjadikan sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan juga sumber pembelajaran bagi siswa. Dari memilah sampah, siswa didorong untuk belajar bertanggung jawab sekaligus menemukan nilai guna dan kreativitas dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

Berita Terkait

Pemkab Kotabaru Gelar Pisah Sambut Kajari, Syairi Mukhlis Tekankan Penguatan Sinergi
Semarak HUT RI ke-81, DWP Kotabaru Gelar Lomba Perkuat Kekompakan dan Silaturahmi
Pemkab Kotabaru Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Standar Pelayanan Sosial
Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI, Paskibraka Tampil Memukau
Kibarkan Merah Putih di Kedalaman 7 Meter, MDC FPIK ULM Gaungkan Nasionalisme dan Konservasi Laut di Marabatuan
Peminat Teknologi Hasil Perikanan FPIK ULM Meningkat, 42 Mahasiswa Bergabung pada 2026
Bapperida Kotabaru Dorong SKPD Promosikan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
PGRI dan Polres Banjar Perpanjang MoU, Perkuat Perlindungan Hukum Profesi Guru

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:36 WITA

Pemkab Kotabaru Gelar Pisah Sambut Kajari, Syairi Mukhlis Tekankan Penguatan Sinergi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:31 WITA

Semarak HUT RI ke-81, DWP Kotabaru Gelar Lomba Perkuat Kekompakan dan Silaturahmi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:15 WITA

Pemkab Kotabaru Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Standar Pelayanan Sosial

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:24 WITA

Pemkab Kotabaru Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI, Paskibraka Tampil Memukau

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:19 WITA

Kibarkan Merah Putih di Kedalaman 7 Meter, MDC FPIK ULM Gaungkan Nasionalisme dan Konservasi Laut di Marabatuan

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agu 2026 - 18:19 WITA

Kota Banjarbaru

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:52 WITA