Musim Kemarau, DKPP Banjar Intensif Pantau Kualitas Air Keramba Jala Apung

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 20:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Memasuki musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar memperketat pemantauan kualitas air di sejumlah sentra budidaya ikan keramba jala apung. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi dini terhadap potensi penurunan kualitas air yang dapat memicu kematian ikan dan merugikan para pembudidaya.

Pemantauan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, di kawasan budidaya Sungai Arfat dan Desa Mali-Mali. Pemeriksaan difokuskan pada sejumlah parameter penting, seperti kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO), tingkat keasaman (pH), suhu air, hingga kedalaman sungai yang mulai menyusut akibat berkurangnya curah hujan.

Hasil pengukuran di wilayah hilir Sungai Arfat menunjukkan kadar oksigen terlarut hanya sekitar 1 mg/liter, dengan suhu air mencapai 29,7 derajat Celsius, pH 6, serta kedalaman sungai berkisar 1,5–3 meter. Kondisi tersebut mengindikasikan kualitas air mulai mengalami penurunan. 

Sementara itu, hasil pemantauan di Desa Mali-Mali pada sore hari memperlihatkan kondisi yang lebih mengkhawatirkan. Kadar oksigen terlarut berada di kisaran 0,61–1,3 mg/liter, pH tetap 6, kedalaman sungai tinggal 1–2,5 meter, dan permukaan air tercatat telah turun sekitar dua meter dari kondisi normal. Tingkat kecerahan air juga berada pada kisaran 75–102 sentimeter.

Baca Juga :  Kendala Teknis Warnai Distribusi Program MBG di Banjar, SPPG Lakukan Evaluasi dan Perketat Prosedur

Bandi Chairullah menjelaskan, rendahnya kadar oksigen terlarut menjadi ancaman serius bagi ikan yang dipelihara di keramba. Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, ikan dapat mengalami stres, kesulitan bernapas, hingga berisiko mengalami kematian massal.

“Sejak Mei hingga Juni kami telah melakukan sosialisasi kepada para pembudidaya mengenai potensi dampak musim kemarau. Kami mengimbau agar panen dipercepat sebelum debit air turun drastis dan menghindari penebaran benih dengan kepadatan tinggi agar kebutuhan oksigen ikan tetap tercukupi,” ujar Bandi.

Ia menambahkan, pemantauan lapangan akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keberlangsungan usaha budidaya ikan di Kabupaten Banjar.

Dampak penurunan kualitas air mulai dirasakan para pembudidaya. Salah satunya Salmi, pembudidaya ikan di Desa Mali-Mali, yang mengaku permukaan air sungai telah turun sekitar dua meter sehingga kandungan oksigen di dalam air semakin berkurang.

Baca Juga :  Babeh Aldo Desak Penindakan Dugaan Penimbunan Solar: Sopir Antre Berhari-hari, Distribusi Dinilai Bermasalah

Menurutnya, ikan bawal yang dipeliharanya mulai menunjukkan tanda-tanda kekurangan oksigen. Untuk menghindari kerugian lebih besar, ia memutuskan melakukan panen lebih awal.

Sekitar 500 kilogram ikan bawal berhasil dipanen dan langsung dipasarkan sebelum mengalami kematian.

“Alhamdulillah masih sempat dipanen. Kalau terlambat beberapa hari saja, kemungkinan ikannya sudah mati karena oksigen di air sangat rendah,” ungkap Salmi.

DKPP Kabupaten Banjar mengimbau seluruh pembudidaya ikan agar terus memantau perubahan kondisi perairan selama musim kemarau. Melalui pemantauan rutin, koordinasi dengan pembudidaya, serta langkah antisipatif sejak dini, pemerintah berharap risiko kematian ikan dapat ditekan sehingga produktivitas budidaya dan pendapatan masyarakat tetap terjaga.

Berita Terkait

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara
Peringati HUT RI dan Harjad Banjar, Tujuh Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis
Habib Muhsin Al Hamid Hadir, Sungai Paring Bersholawat Peringati Maulid Nabi 1448 H
Satu Terduga Pelaku Diamankan, Satpol PP Banjar Dalami Perusakan “I Love Kab Banjar”
Diduga Mabuk, Sekelompok Orang Rusak Tulisan “I Love Kab Banjar” di Martapura
Tulisan “I Love Kabupaten Banjar” Rusak, Jadi Perhatian di Kawasan Guest House Sultan Sulaiman
Jalan Santai dan Senam Meriahkan HUT RI ke-81 serta Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar di Keliling Benteng Ulu
33 Tim Ramaikan Festival Mini Soccer Antar-SKPD dan BUMD Kabupaten Banjar

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:19 WITA

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Peringati HUT RI dan Harjad Banjar, Tujuh Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:11 WITA

Habib Muhsin Al Hamid Hadir, Sungai Paring Bersholawat Peringati Maulid Nabi 1448 H

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:04 WITA

Satu Terduga Pelaku Diamankan, Satpol PP Banjar Dalami Perusakan “I Love Kab Banjar”

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:58 WITA

Diduga Mabuk, Sekelompok Orang Rusak Tulisan “I Love Kab Banjar” di Martapura

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agu 2026 - 18:19 WITA

Kota Banjarbaru

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:52 WITA