Pemprov Kalsel Tekankan Respons Terpadu Hadapi Banjir dan Cuaca Ekstrem

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin menyampaikan arahan strategis dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor yang digelar secara virtual dari Command Center Pemprov Kalsel (Foto : MC KALSEL)

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin menyampaikan arahan strategis dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor yang digelar secara virtual dari Command Center Pemprov Kalsel (Foto : MC KALSEL)

pro1.id, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Arahan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana yang digelar secara daring dari Command Center Pemprov Kalsel, Selasa (30/12/2025).

Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa perlindungan dan keselamatan masyarakat harus menjadi fokus utama seluruh jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi. Tidak boleh ada ego sektoral antarinstansi, semua harus bergerak bersama agar penanganan berjalan cepat dan tepat,” ujar Syarifuddin membacakan pesan Gubernur.

Gubernur juga meminta dilakukan penilaian cepat dan menyeluruh terhadap kejadian banjir dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah pada 27 Desember 2025. Evaluasi tersebut mencakup efektivitas evakuasi warga, kelancaran penyaluran bantuan, serta memastikan tidak ada masyarakat yang terisolasi tanpa akses logistik.

Baca Juga :  Dinas Kehutanan Kalsel Pantau Pertumbuhan Tanaman Program REDD+ di Cempaka

Selain itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta segera mendata kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur untuk mempercepat tahapan pemulihan pascabencana.

Berdasarkan laporan sementara, bencana hidrometeorologi tersebut berdampak pada delapan daerah, yakni Kabupaten Balangan, Banjar, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut.

“Jumlah warga terdampak mencapai 16.999 kepala keluarga atau sekitar 50.585 jiwa. Sebanyak 1.166 orang terpaksa mengungsi, dengan 7.431 rumah terendam dan 14 rumah mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Tak hanya permukiman, sejumlah fasilitas publik juga terdampak, antara lain 33 sekolah, 30 rumah ibadah, empat fasilitas kesehatan, 20 fasilitas umum, serta dua pasar.

Gubernur secara khusus meminta daerah yang telah menetapkan status siaga darurat, seperti Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Balangan, untuk mengoperasikan posko komando selama 24 jam dengan kesiapan penuh personel dan peralatan.

Sementara daerah lain diminta tetap waspada dan segera menaikkan status darurat apabila situasi berkembang memburuk. Seluruh sarana evakuasi, termasuk perahu karet, tenda pengungsian, dan perlengkapan darurat, diminta sudah disiagakan di wilayah rawan.

Baca Juga :  Wapres Gibran Tinjau Langsung Banjir Kalsel, Pastikan Negara Hadir untuk Warga Terdampak

Mengacu pada peringatan dini BMKG, Gubernur juga menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memantau kondisi cuaca secara berkala. Pengawasan ketat terhadap debit sungai utama seperti Barito, Martapura, Riam Kiwa, Balangan, Tabalong, dan Amandit menjadi perhatian khusus, mengingat pengalaman banjir besar pada Januari 2021.

Dalam bidang logistik dan kesehatan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan bahan pangan mencukupi setidaknya untuk dua pekan ke depan. Dinas Kesehatan juga diminta menyiapkan tenaga medis dan obat-obatan guna mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir.

“Penyampaian informasi kebencanaan harus terpusat melalui BPBD agar tidak terjadi simpang siur informasi maupun hoaks di masyarakat,” pungkasnya. (SUMBER : MC KALSEL)

Berita Terkait

BPKH Wilayah V Verifikasi 7.000 Hektare Kawasan Hutan di Banjar dan Kotabaru
ATTI Pusat Kukuhkan Pengurus DPD hingga Sasana di Kalsel, Perkuat Pembinaan Taiji Quan
Peminat Teknologi Hasil Perikanan FPIK ULM Meningkat, 42 Mahasiswa Bergabung pada 2026
15 Taruna Akpol dan AAL Tuntaskan Taruna Bakti di Kalsel, Dukung Penguatan Sekolah Rakyat
Disnakertrans Kalsel Gelar Job Fair 2026, Sediakan 1.945 Lowongan Kerja dari 46 Perusahaan
Muhammad Fatih Anwari dan Misha Adeeva Azzahra Dinobatkan sebagai Nanang Galuh Cilik Kalsel 2026
Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kilogram Sabu dan 556 Butir Ekstasi, 39 Tersangka Diamankan dari 26 Kasus
Dislautkan Kalsel Didampingi DKPP Banjar Serahkan 20 Ribu Bibit Papuyu dan 90 Sak Pakan untuk Pokdakan Tabulihin

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:55 WITA

BPKH Wilayah V Verifikasi 7.000 Hektare Kawasan Hutan di Banjar dan Kotabaru

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:45 WITA

ATTI Pusat Kukuhkan Pengurus DPD hingga Sasana di Kalsel, Perkuat Pembinaan Taiji Quan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:35 WITA

Peminat Teknologi Hasil Perikanan FPIK ULM Meningkat, 42 Mahasiswa Bergabung pada 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:54 WITA

15 Taruna Akpol dan AAL Tuntaskan Taruna Bakti di Kalsel, Dukung Penguatan Sekolah Rakyat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:14 WITA

Disnakertrans Kalsel Gelar Job Fair 2026, Sediakan 1.945 Lowongan Kerja dari 46 Perusahaan

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agu 2026 - 18:19 WITA

Kota Banjarbaru

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:52 WITA