pro1.id, MARTAPURA – Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap seorang pria berusia 60 tahun yang diduga tersesat di kawasan hutan gambut di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (29/7/2026).



Korban berinisial A (60), warga Banjarmasin, dilaporkan belum kembali setelah pergi membersihkan lahan bersama empat rekannya. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin pada pukul 17.43 WITA dari Hazmi, anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar.

Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar pukul 08.00 WITA korban bersama empat rekannya memasuki kawasan hutan gambut untuk membersihkan lahan. Menjelang sore, empat rekannya berhasil keluar dari kawasan tersebut, namun korban tidak kunjung kembali sehingga diduga tersesat.



Sebelum meminta bantuan, rekan-rekan korban telah melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kejadian kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin untuk dilakukan operasi SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 18.00 WITA, Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan tujuh personel rescue menggunakan kendaraan Rescue D-Max menuju lokasi kejadian. Tim tiba sekitar pukul 18.20 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk menyusun strategi pencarian.


Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Polsek Gambut, Koramil Gambut, serta masyarakat setempat. Tim juga didukung berbagai peralatan, seperti perangkat komunikasi, perlengkapan mountaineering, drone untuk pemantauan udara, serta perlengkapan pendukung lainnya. Cuaca di lokasi dilaporkan cerah sehingga mendukung jalannya operasi.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan seluruh unsur SAR bergerak cepat untuk memaksimalkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.

“Setelah menerima laporan, kami segera mengerahkan tim rescue menuju lokasi. Pencarian dilakukan melalui penyisiran jalur yang diduga dilalui korban, pemanfaatan drone untuk pemantauan dari udara, serta koordinasi dengan masyarakat yang mengenal kondisi medan. Kami juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan agar selalu bersama rombongan, membawa alat komunikasi yang memadai, serta segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di kawasan hutan gambut dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.











