Musim Hujan Capai Titik Tertinggi, Kalsel Diminta Siaga Cuaca Ekstrem

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : BMKG

Foto : BMKG

pro1.id, BANJARBARU – Kalimantan Selatan memasuki periode cuaca yang memerlukan kewaspadaan tinggi seiring meningkatnya aktivitas hujan di berbagai wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa meskipun bibit siklon tropis 91S di wilayah Samudera Hindia masih tergolong berpeluang kecil berkembang menjadi siklon penuh, pengaruhnya terhadap kondisi atmosfer sudah mulai terasa, khususnya di tengah puncak musim hujan.

Bibit siklon tersebut terpantau sejak 7 Desember 2025 di perairan barat Lampung dan memicu perubahan sirkulasi angin regional. Dampak lanjutan dari sistem ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan memperbesar peluang terjadinya cuaca ekstrem secara lokal.

Ketua Kelompok Kerja Pengelolaan Data dan Informasi BMKG Kalimantan Selatan, Wiji Cahyadi, menjelaskan bahwa meskipun status bibit siklon masih rendah, risikonya tidak boleh diabaikan.

“Keberadaan bibit siklon dapat memperkuat hujan lebat, disertai angin kencang dan peningkatan gelombang laut, meskipun belum menjadi siklon tropis,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

BMKG juga mencatat adanya wilayah yang masuk dalam kategori potensi tinggi terjadinya cuaca ekstrem, ditandai dengan zona merah. Walau dampak utama sistem atmosfer ini lebih dominan dirasakan di Sumatera, Kalimantan Selatan turut menerima pengaruh tidak langsung.

Baca Juga :  Polda Kalsel Panen 1.000 Ton Jagung dari Lahan Gambut, Dukung Swasembada Pangan 2025

Situasi tersebut menjadi semakin krusial karena sebagian besar wilayah Kalsel saat ini berada pada fase puncak musim hujan yang umumnya terjadi pada November hingga Desember.

Beberapa daerah telah mencatat curah hujan tinggi, berkisar antara 300 hingga 400 milimeter. Bahkan, wilayah Tanah Laut dan bagian selatan Banjarbaru mengalami curah hujan hingga 500 milimeter, yang tergolong sangat tinggi.

Wilayah Banjar, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan terpantau lebih dulu mengalami peningkatan hujan. Sementara itu, kawasan timur seperti Kotabaru dan Tanah Bumbu diperkirakan mencapai puncak musim hujan pada Januari hingga Februari, dengan sebagian area berlanjut hingga Mei.

“Karakter puncak musim hujan di Kalsel tidak seragam, sehingga tingkat risiko bencana juga berbeda di tiap wilayah,” jelas Wiji.

Baca Juga :  Empat Wilayah di Kalsel Masih Tergenang Banjir, Kurau Tanah Laut Jadi Fokus Penanganan

Ancaman Banjir dan Longsor

BMKG mengingatkan bahwa perpaduan antara puncak musim hujan dan pengaruh bibit siklon dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Kawasan pesisir, daerah aliran sungai, serta wilayah dengan sistem drainase kurang baik menjadi titik rawan.

“Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan lebat yang dapat berujung pada banjir, banjir bandang, maupun longsor, terutama di daerah berbukit,” tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, terutama dalam rentang waktu harian hingga beberapa hari ke depan.

“Cuaca sangat dinamis dan bisa berubah cepat. Informasi terbaru sangat penting agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal,” pungkas Wiji.

Berita Terkait

Kodim 1006/Banjar dan Yonif 623/BWU Turut Tangani Karhutla di Banjarbaru, Ketersediaan Air Jadi Tantangan
104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru
Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis Dibangun, Banjarbaru Siapkan Akses dan Pertumbuhan Ekonomi Baru
Diskominfo Banjarbaru Sosialisasikan Perubahan Mekanisme Kerja Sama Publikasi dengan Media
Kabut Asap Karhutla, Pemkot Banjarbaru Ubah Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 09.00 WITA
Kodim 1006/Banjar Bangun Empat Jembatan Garuda di Banjar dan Banjarbaru, Akses Warga Diperkuat
59 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Banjar dan Banjarbaru Rampung, Operasional Ditargetkan Segera Berjalan
Banjarbaru Raih Skor 100,00, Jadi Peringkat Teratas IKADA se-Kanreg VIII

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:56 WITA

Kodim 1006/Banjar dan Yonif 623/BWU Turut Tangani Karhutla di Banjarbaru, Ketersediaan Air Jadi Tantangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:52 WITA

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:44 WITA

Diskominfo Banjarbaru Sosialisasikan Perubahan Mekanisme Kerja Sama Publikasi dengan Media

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:39 WITA

Kabut Asap Karhutla, Pemkot Banjarbaru Ubah Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 09.00 WITA

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:34 WITA

Kodim 1006/Banjar Bangun Empat Jembatan Garuda di Banjar dan Banjarbaru, Akses Warga Diperkuat

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agu 2026 - 18:19 WITA

Kota Banjarbaru

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:52 WITA