DPRD Banjar Respons Masukan Dewan Pendidikan Terkait Pengawasan Mahasiswa di Timur Tengah

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 09:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – DPRD Kabupaten Banjar menanggapi masukan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar terkait pentingnya pengawasan terhadap mahasiswa asal Banjar yang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah, khususnya di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, H Fauzan Asniah, menegaskan bahwa perhatian terhadap mahasiswa di luar negeri memang perlu ditingkatkan, terutama bagi mereka yang berada di daerah rawan konflik.

Berdasarkan data, tercatat sekitar 49 mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Banjar sejak tahun 2023 yang saat ini menempuh pendidikan di luar negeri, di antaranya di Mesir dan Yaman.

Baca Juga :  Film Kuyank 2026 dan Representasi Tekanan Sosial terhadap Perempuan

“Artinya kita harus peduli, tidak hanya mahasiswa di Timur Tengah, tapi juga mahasiswa asal Banjar yang berada di luar negeri. Namun dalam kondisi sekarang, yang di Timur Tengah tentu perlu perhatian lebih,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menekankan pentingnya langkah pendataan secara detail, terutama untuk mengetahui secara pasti jumlah mahasiswa yang berada di wilayah konflik, termasuk di negara seperti Lebanon.

“Kita harus teliti, cari betul berapa jumlah mahasiswa kita di sana, terutama di daerah konflik. Jangan sampai kita lengah, karena mereka bagian dari warga kita,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Banjar Tekankan Kepatuhan Lingkungan dalam Rakoor Tata Kelola Perizinan MBLB

Selain pendataan, DPRD juga mendorong adanya pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan agar para mahasiswa tetap aman dan tidak terlibat dalam situasi berbahaya.

“Kita ingin memastikan mereka tidak sampai terlibat dalam konflik. Pengawasan dan pembinaan itu penting sebagai langkah antisipasi,” tambahnya.

Ia juga menyebut, ke depan perlu dirumuskan langkah konkret oleh pemerintah daerah dalam melakukan pemantauan, termasuk mencari mekanisme terbaik agar komunikasi dengan mahasiswa di luar negeri tetap terjalin dengan baik.

“Paling tidak kita bisa mengawasi dan membina mereka. Kita akan cari langkah terbaik untuk itu,” tutupnya.

Berita Terkait

Kepala DPKP dan Ketua Buser 690 Banjar Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026, Harapkan Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah di Last Dance
Warga Gambut Heboh Minta Bantuan Tangkap Kuyang, DPKP Banjar Beri Penjelasan dan Imbauan
Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit
Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
BPBD Banjar Perkuat Kolaborasi CSR Hadapi Bencana Masif Melalui Rapat Koordinasi Stakeholder
Proses Tetap Berlanjut, Polres Banjar Buka Suara Soal Dugaan Pengeroyokan Dua Anak di Martapura, Penyidikan Terkendala Alat Bukti
Tujuh Bulan Bergulir, Keluarga Korban Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Martapura Pertanyakan Kejelasan Penanganan Kasus
Audisi Nanang Galuh Banjar 2026 Dibuka, Peserta Didorong Jadi Duta Edukasi dan Pariwisata

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:48 WITA

Kepala DPKP dan Ketua Buser 690 Banjar Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026, Harapkan Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah di Last Dance

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:33 WITA

Warga Gambut Heboh Minta Bantuan Tangkap Kuyang, DPKP Banjar Beri Penjelasan dan Imbauan

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:17 WITA

Heboh Diduga Kuyang, Warga Gambut Lihat Cahaya Merah Misterius di Langit

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WITA

Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kawasan Kertak Hanyar, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:02 WITA

BPBD Banjar Perkuat Kolaborasi CSR Hadapi Bencana Masif Melalui Rapat Koordinasi Stakeholder

Berita Terbaru