pro1.id, BANJARBARU – Siang hari, Akbar (32) sibuk menawarkan sepeda motor kepada calon pelanggan. Sore hingga malam, ia berganti peran menjadi seorang komika yang berdiri di atas panggung, menghibur penonton dengan cerita-cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.



Pria asal Banjarmasin yang kini bekerja sebagai sales marketing Yamaha Surya Prima Cempaka Banjarbaru itu membuktikan bahwa pekerjaan dan hobi bisa berjalan beriringan. Sejak bergabung sebagai sales pada November 2023, Akbar menjalani rutinitas seperti karyawan pada umumnya, mulai dari absensi, briefing, canvassing hingga melakukan tindak lanjut kepada pelanggan.

Namun di balik kesibukan tersebut, Akbar memiliki dunia lain yang mulai ia tekuni sejak April 2025, ketika bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Banjarmasin.



Awalnya, kecintaannya terhadap stand up comedy hanya sebatas menjadi penonton. Ia rutin menyaksikan penampilan komika nasional di televisi hingga akhirnya mengetahui bahwa komunitas stand up juga berkembang di Kalimantan Selatan.
“Awalnya cuma senang nonton di TV. Setelah tahu ternyata ada komunitas lokal, saya memberanikan diri untuk ikut bergabung,” ujarnya.


Bagi Akbar, naik ke atas panggung bukan semata-mata untuk membuat orang tertawa. Ia melihat stand up comedy sebagai ruang belajar berbicara di depan umum, mengasah kemampuan menulis, sekaligus memperluas relasi yang juga bermanfaat bagi pekerjaannya sebagai seorang sales.
Komika nasional Raditya Dika menjadi sosok yang paling menginspirasinya dalam menulis materi dan membangun gaya bercerita.

Meski memiliki dua aktivitas yang berbeda, Akbar mengaku tidak pernah kesulitan membagi waktu. Menurutnya, profesi sales memiliki jam kerja yang cukup fleksibel sehingga masih memungkinkan dirinya mengikuti kegiatan open mic maupun pertunjukan bersama komunitas.
Pengalaman sebagai tenaga penjual pun beberapa kali ia jadikan bahan komedi. Cerita-cerita saat menghadapi pelanggan hingga dinamika pekerjaan di lapangan sering berhasil mengundang tawa penonton.


Penampilan perdananya di atas panggung masih membekas di ingatannya. Saat itu ia disambut hangat oleh sesama anggota komunitas dan mendapat respons positif dari penonton.
Namun seperti komika pada umumnya, Akbar juga pernah merasakan momen ketika materi yang dibawakan tidak berhasil membuat penonton tertawa.
“Namanya juga risiko stand up. Pernah bomb, tapi saya anggap pelajaran saja. Tidak perlu terlalu dipikirkan,” katanya sambil tersenyum.
Meski baru menekuni dunia stand up selama sekitar satu tahun, Akbar sudah beberapa kali tampil dalam berbagai kegiatan open mic serta membantu pertunjukan komika lokal maupun nasional. Ia juga pernah mengikuti kompetisi stand up comedy dalam sebuah kegiatan ekonomi kreatif di QMall Banjarbaru.
Dukungan datang dari berbagai arah. Rekan-rekan kerjanya di dealer Yamaha memberikan semangat, begitu pula pihak perusahaan yang melihat aktivitas tersebut sebagai cara positif membangun jaringan pertemanan.
Bagi Akbar, stand up comedy memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.
“Ini tempat mengekspresikan keresahan atau kebahagiaan. Kalau bisa membuat orang lain tertawa, berarti kita sedang berbagi energi positif,” tuturnya.
Ia juga percaya humor merupakan media yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial tanpa harus menimbulkan permusuhan. Dari dunia stand up, Akbar belajar bahwa setiap orang memiliki persoalan hidup masing-masing dan tawa sering kali menjadi cara sederhana untuk saling menguatkan.
Selain aktif sebagai komika, Akbar kini mulai mengembangkan kreativitas lain bersama rekan-rekannya di komunitas dengan membuat podcast lokal yang membahas perkembangan olahraga di Banua.
Ke depan, ia berharap ekosistem stand up comedy di Kalimantan Selatan semakin berkembang dan mampu melahirkan komika-komika lokal yang bisa menembus panggung nasional.
Untuk anak-anak muda yang ingin mencoba stand up comedy, pesannya sederhana.
“Coba saja dulu. Tulis materi, beranikan diri naik ke panggung, dan jangan takut mencoba hal baru,” pungkasnya.










