pro1.id, MARTAPURA – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin menerjang wilayah Desa Benua Anyar Sungai Tuan, RT 01 RW 01, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Selasa (26/5/2026) siang. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya delapan rumah warga mengalami kerusakan.
Kepala Desa Desa Benua Anyar Sungai Tuan, Juhrai, mengatakan berdasarkan pendataan awal di lapangan terdapat tujuh rumah warga yang terdampak, dengan tiga rumah mengalami kerusakan cukup berat.
“Yang terdampak ini tujuh buah. Kerusakan yang parah ada tiga rumah,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan kerusakan yang dialami warga bervariasi, mulai dari bagian dapur hingga teras rumah yang rusak akibat terjangan angin puting beliung.
Menurutnya, pemerintah desa bersama warga langsung bergerak melakukan gotong royong membantu warga terdampak sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.
“Untuk sementara paling gotong royong. Sudah juga dilaporkan,” katanya.
Juhrai menyebut kebutuhan mendesak warga saat ini berupa material bangunan untuk memperbaiki rumah yang rusak, terutama bagian atap dan struktur bangunan lainnya.
“Yang diperlukan material, untuk mengganti atap dan bagian rumah yang rusak,” jelasnya.
Salah seorang warga terdampak, Suriani, mengaku kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00 WITA saat hujan deras dan angin puting beliung kawasan tersebut.
“Sekitar jam dua. Waktu itu angin kencang dan hujan,” ucapnya.
Ia mengatakan sempat mendengar suara gemuruh sebelum angin menerjang dan merusak bagian atap rumahnya.
“Suara mengguruh dulu. Setelah itu atap terbang,” ungkapnya.
Akibat kerusakan rumah tersebut, Suriani sementara waktu mengungsi ke rumah keluarga dan berharap ada bantuan untuk meringankan beban warga terdampak.
“Harapannya semoga ada bantuan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, melalui keterangan tertulis menyampaikan bahwa kejadian tersebut dikategorikan sebagai bencana cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin puting beliung.
BPBD Kabupaten Banjar mencatat total delapan rumah terdampak berdasarkan hasil assessment lanjutan di lapangan.
Petugas BPBD telah melakukan pendataan terhadap rumah dan warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada masing-masing kepala keluarga sesuai ketentuan yang berlaku.
Bantuan yang diberikan meliputi sembako, selimut, terpal, matras atau tikar, perlengkapan mandi, hingga peralatan dapur.
Wasis menambahkan proses bantuan rehabilitasi rumah terdampak masih berjalan dan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing rumah.
“Untuk dana bantuan rehab rumah terdampak bencana, berproses dengan ketentuan sesuai tingkat kerusakan,” pungkasnya.









